Aktor Star Wars dan Seleb Dunia Lainnya Wafat Akibat Covid-19

Aktor Star Wars dan Seleb Dunia Lainnya Wafat Akibat Covid19 Ilustrasi foto: Pixabay

Covesia.com -  Aktor film Star Wars, Andrew Jack (76), tutup usia pada 31/3 waktu setempat di Inggris setelah terdiagnosis COVID-19. Ia sempat mendapatkan perawatan di salah satu rumah sakit di Surrey.

Sebelum jatuh sakit, pria kelahiran tahun 1944 itu sedang mengerjakan proyek besar, yakni film Batman garapan Matt Reeves yang juga dibintangi oleh Robert Pattinson.

Istri Andrew Jack, Gabrielle Rogers mengatakan, Andrew tidak mengeluhkan gejala apa pun sebelum dia wafat. Sayang, takdir berkehendak lain. Tak lama, virus tersebut merenggut nyawanya.

Andrew dikenal lewat perannya sebagai Roebling di film “Kate & Leopold” (2001), sebagai Caluan Ematt di film “Star Wars: The Force Awakens” (2015) dan “Star Wars: The Last Jedi” (2017). Ia juga turut menyumbang suara sebagai Moloch dalam “Solo: A Star Wars Story” (2018).

Istrinya sedang dikarantina di Australia

Menyedihkan memang ketika kita tidak bisa menemani sosok tercinta untuk terakhir kalinya. Ya, kondisi ini dialami oleh Andrew dan Gabrielle.

Jill McCullough, kerabat Jack mengatakan, istri Andrew sedang terjebak di Australia. Dia harus melakukan karantina di Negeri Kanguru tersebut setelah terbang dari Selandia Baru sepekan yang lalu.

Sampai hari ini, Australia sendiri memiliki jumlah pasien COVID-19 sebanyak 4.800 lebih. Sedangkan di Inggris, tempat tinggal Andrew, jumlah kasus positif virus corona lebih banyak, yakni melampaui 25.000.

Tidak diketahui apakah sedari awal Andrew memiliki penyakit penyerta yang umum terjadi pada lansia, seperti penyakit jantung, diabetes, hipertensi, penyakit ginjal, dan lain-lain.

Penyanyi Country Joe Diffie juga tutup usia karena COVID-19

Nama besar lainnya juga juga tutup usia akibat COVID-19 adalah penyanyi musik country, Joe Diffie asal Amerika Serikat. Ia dikabarkan meninggal dunia pada hari Senin (30/3) waktu setempat.

Sebelum jatuh sakit, Joe sebenarnya hendak menyelenggarakan konser. Sayang, adanya pandemi global COVID-19 ini membuat sejumlah turnya ditunda.

Seminggu sebelum kepergiannya, Joe telah mendapatkan perawatan di rumah sakit. Sama seperti Andrew, tidak diketahui apakah dirinya punya penyakit penyerta atau tidak.

Sebagai informasi, Joe merupakan salah satu musisi dan penulis lagu sukses di dekade 90-an. Ia pernah berkolaborasi dengan Tim McGraw, Conway Twitty, dan Jo Dee Messina.

Musisi kelahiran tahun 1958 itu pun pernah memenangkan Grammy Awards pada 1998 untuk kategori Best Country Collaboration with Vocals atas lagu “Same Old Train”.

Infeksi virus corona dan lansia

Andrew Jack dan Joe Diffie tergolong kategori lansia. Umumnya, lansia sudah memiliki riwayat penyakit lain sebelum terserang SARS-CoV-2.

Dilansir Covesia dari laman KlikDokter, dr. Theresia Rina Yunita mengatakan, itulah mengapa, infeksi virus corona lebih mudah menyerang lansia dibandingkan dengan orang-orang di usia produktif.

“Hal ini mungkin dipengaruhi oleh daya tahan tubuh yang menurun seiring dengan bertambahnya usia. Dikatakan juga bahwa penyakit tertentu pada lansia juga dapat memperburuk infeksi coronavirus,” kata dr. Theresia.

Orang yang tidak memiliki penyakit penyerta, imunitas tubuhnya mereka bisa fokus untuk melawan serangan virus.

Sementara itu, pada orang yang punya penyakit penyerta, sebagian imunitas tubuhnya telah berjuang menangkal penyakit lain. Sehingga, ketika hendak melawan virus SARS-CoV-2, antibodinya tak bisa berjuang maksimal.

Banyaknya lansia menjadi korban bisa dikatakan sebagai sebuah kecenderungan saja. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan, baik anak-anak, remaja, maupun orang dewasa, semuanya bisa terinfeksi virus corona.

Tak ada orang-orang yang benar-benar kebal dari infeksi virus yang pertama kali terdeteksi di Wuhan, Tiongkok, tersebut.

Hal yang bisa kita lakukan adalah menerapkan physical distancing seperti apa yang sudah disarankan pemerintah. Selain itu, jaga pola hidup bersih dan sehat, olahraga teratur, istirahat cukup, dan tidak terlampau cemas agar tak muncul gejala psikosomatis (sakit fisik yang sebenarnya muncul hanya karena pikiran kalut).

(sea)

Berita Terkait

Baca Juga