Penyuluh Agama di Padang Berstatus PDP Setelah Istrinya Dinyatakan Positif Covid-19

Penyuluh Agama di Padang Berstatus PDP Setelah Istrinya Dinyatakan Positif Covid19 Ilustrasi (Pixabay)

Covesia.com - Wakil Ketua Satuan Tugas Covid-19 RSAM Bukittinggi dr Deddy Herman mengonfirmasi bahwa benar ada sepasang suami istri warga Kota Padang sedang dirawat di ruang isolasi di Rumah Sakit Akhmad Mochtar (RSAM) Kota Bukittinggi Provinsi Sumatera Barat.

"Mereka adalah warga Kelurahan Andalas Kecamatan Padang Timur Kota Padang," ujarnya saat dihubungi Covesia via telepon, Kamis (2/4/2020).

Kata Deddy, sang suami berinisial A, umur 45 tahun, berstatus sebagai Pasien dengan Pengawasan (PDP) di RSAM Bukittinggi. Sedangkan sang istri berinisial F, umur 50 tahunan, sudah dinyatakan positif terjangkit Covid-19.

Kedua pasien tersebut, cerita Deddy, masuk ke RSAM pada 29 Maret 2020 kemarin.

Setelah dilakukan uji swab, sang istri dinyatakan terjangkit virus corona, kemarin, 1 April 2020. "(Ada anggota) keluarga yang pulang dari Jakarta. Kemudian, (ada) tetangga yang pulang dari Malaysia," jelasnya.

Kondisi saat ini dalam keadaan membaik. "Masih ada batuk, demam sedikit, lalu pusing itu yang jelas," ujarnya.

Deddy menegaskan bahwa sang suami sampai saat ini masih berstatus sebagai PDP. "Kemarin itu sempat batuk. Sudah kita kasih obat. Batuknya sudah berkurang sekarang. Dia juga demam," katanya.

RSAM sampai saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan uji sampel swab dari Laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Andalas apakah yang bersangkutan positif Covid-19 atau tidak. "Kalau tidak sore ini keluar hasilnya, maka besok," tuturnya.

Sebelumnya beredar informasi di grup-grup Whatsapp sebagai berikut.

(Assalamualaikum..

Selamat malam bapak/ibu penyuluh semua.. Kami informasikan bahwa salah seorang dr sahabat kt bpk. A skrg sdg dirawat dgn PDP di rmh skt bukittinggi yg mana istrinya positif covid -19. Perlu kami anjurkan siapa sj bapak/ibu yg pernah kontak dgn beliau agar melakukan cek kesehatan ke pelayanan kesehatan. Dan kami menghimbau kpd kt semua siapa sj yg mengalami/menderita penyakit agar menginformasikan kpd kt semua supaya kt dpt memutus mata rantai permaslahan ini. Perlu kt ingat bahwa penyakit ini bukanlah penyakit AIB sehingga tdk perlu sungkan/malu untuk melaporkannya.. Semoga bpk. Akhirudin penyuluh agama ladang timur dan istri serta keluarga baik2 saja dan cepat sembuh serta segera beratifitas seperti semula. Aamiin

Ttd: PLT Kasi. Bimas

H. Hendri Yazid, S.Pd.I,MM

Cc KanKemenag Padang:

Drs. H. Marjanis, M.Pd )

Plt Kepala Seksi (Kasi) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Kota Padang Hendri Yazid membenarkan informasi tersebut. "Ya," ujarnya saat dihubungi Covesia via telepon.

Hal tersebut, kata Hendri, berdasarkan informasi yang diperolehnya sendiri dari penyuluh agama yang bersangkutan. Dia juga membenarkan bahwa penyuluh agama berinisial A itu adalah penyuluh agama di Kemenag Kota Padang.

Kata Hendri pula, dia memperoleh informasi tersebut dari A via pesan Whatsapp bahwa dirinya telah menjadi PDP di RSAM Bukittinggi. Sementara itu, istrinya sudah dinyatakan positif terjangkit Covid-19. Istrinya tersebut dirawat di rumah sakit yang sama.

"Itu WA dari Bapak A sendiri. Itu kemarin WA-nya langsung. Bahwa, istrinya positif Covid-19 sedangkan dia PDP di rumah sakit di Bukittinggi," ujarnya.

(fkh)

Berita Terkait

Baca Juga