Ini 10 Daftar Obat dan Vaksin Covid-19 yang Tengah Diuji

Ini 10 Daftar Obat dan Vaksin Covid19 yang Tengah Diuji Ilustrasi (Pixabay)

Covesia.com - Para ilmuwan di seluruh dunia tengah mengembangkan vaksin dan obat untuk virus corona. Diketahui saat ini belum ada metode penyembuhan yang pasti bagi pasien Covid-19. Saat menjalani pengobatan, pasien diberikan obat atau terapi sesuai dengan kondisi atau gejala yang dialaminya.

Seperti berlomba dengan waktu, telah banyak studi yang dilakukan untuk meneliti obat-obatan dan vaksin untuk menangkal virus Corona. Tercatat terdapat beberapa kandidat vaksin dan obat yang telah memasuki tahap uji klinis. Selain obat dan vaksin, sejumlah terapi juga dilakukan sebagai metode penyembuhan Corona.

1. Camostat Mesylate

Obat yang dipegang lisensinya oleh Jepang dan Korea Selatan ini awalnya digunakan untuk mengobati pasien sakit ginjal kronis. Selama pandemi Corona, uji laboratorium awal dilakukan untuk melihat apakah obat ini mampu menghalangi Covid-19 menginfeksi sel di dalam tubuh.

Pada awal April, peneliti dari Aarhus, Denmark melakukan uji tahap dua obat camostat mesylate pada sekitar 180 pasien Covid-19. Universitas Tokyo juga telah melakukan uji camostat mesylate dan obat terkait seperti nafamostat mesylate. Hasilnya diharapkan terdeteksi pada Desember 2020.

2. IFX-1

Awalnya, IFX-1 dikembangkan untuk menghalangi mekanisme inflamasi dan memblokir peradangan pada pasien pneumonia. Para ilmuwan di Belanda mulai meneliti manfaat obat oni pada pasien Covid-19 dengan kondisi paru yang parah. Hasil awal uji coba diharapkan selesai pada akhir Oktober 2020.

3. Aspirin, clopidogrel, rivaroxaban, atorvastatin, dan omerazole

Beberapa obat yang digunakan untuk penyakit jantung juga mulai diteliti ilmuwan Inggris sebagai pengobatan virus Corona. Obat jantung digunakan dalam penelitian ini karena beberapa laporan melihat adanya keterkaitan antara infeksi virus dengan penyakit jantung. Uji coba menggunakan obat-obatan tersebut telah dilakukan pada 3.000 pasien di Inggris. Target penyelesaiannya diharapkan selesai pada Maret 2021.

4. Vaksin BCG Tuberkulosis

Peneliti Australia dan Belanda bergerak cepat untuk uji coba skala besar melihat apakah vaksin yang digunakan selama beberapa dekade untuk mencegah tuberkulosis atau TB atau BCG (Bacillus Calmette-Guerin) dapat digunakan sebagai vaksin virus corona sehingga bisa melindungi petugas medis.

Vaksin BCCG digunakan untuk meliat apakah kekebalan tubuh akan meningkat termasuk pada petugas kesehatan, lansia, orang yang memiliki riwayat penyakit pernapasan termasuk pasien positif Covid-19.

5. INO-4800

Inovio Pharmaceuticals dan Coalition For Epidemic Preparedness Innovations tengah mengembangkan vaksin INO-4800. Perusahaan ini juga bekerjasama dengan Beijing Advaccine Biotechnology Company.

Pada 3 Maret, INO-4800 sudah mulai tahap uji pra-klinis dan 3.000 dosis disiapkan untuk Amerika, China dan Korea Selatan. Uji coba manusia akan dilakukan April 2020, hasilnya bisa diketahui September 2020. Inovio menargetkan produksi 1 juta vaksin di akhir 2020.

6. Ad5-nCoV

Perusahaan biofarmasi China CanSino Biologics memulai uji klinis untuk vaksin Covid-19 Ad5-nCoV menggunakan RNA, atau informasi genetik dari coronavirus. Percobaan Fase 1 dilakukan di Wuhan, China, dengan 108 subjek pada Maret lalu untuk menguji keamanan dan respon imun yang dihasilkan.

Pada 12 April, uji coba Fase 2 dilakukan dengan melibatkan 500 peserta secara acak untuk menguji dosis plasebo. Penyelesaian Fase 1 disebut baru akan selesai pada akhir Desember 2020 dan Fase 2 pada Januari 2021.

7. ChAdOx1

Universitas Oxford di Inggris mengembangkan vaksin bernama ChAdOx1 yang sudah dalam uji fase 1 dan 2. Uji klinik menargetkan 1.112 orang dari usia 18-55 yang terbagi dalam 4 kelompok yang diberi dosis berbeda-beda. Uji coba ini diperkirakan baru selesai pada Mei 2021.

8. Inactivated Novel Coronavirus Pneumonia vaccine

Beijing Institute of Biological Products dan Wuhan Institute of Biological Products mengembangkan vaksin Corona dari virus yang dilemahkan. Uji coba vaksin sudah masuk tahap satu. Vaksin ini diuji di Wuzhi County Center for Disease Control and Prevention dan Wuzhi People's Hospital.

Jumlah sampel yang melibatkan ratusan orang yang dibagi dalam puluhan kelompok yang diberikan dosis berbeda-beda. Studi ini ditargetkan selesai 10 November 2021.

9. Eksperimen Antibodi/Serologi

Beberapa negara telah menguji sampel darah untuk menunjukkan apakah seseorang terpapar virus, dengan atau tanpa gejala. Pemeriksaan berbasis serologi untuk mengukur kadar antibodi yang terbentuk saat infeksi.

Lewat eksperimen ini, para tenaga medis diharapkan mampu mengindentifikasi antibodi seperti apa yang tepat untuk merespon vaksin yang akan diberikan kepada sang pasien. Pengujian ini telah lebih dulu dilakukan kepada pasien Covid-19 di China. Uji serologi untuk virus Corona saat ini dikenal dengan sebutan rapid test.

10. Terapi plasma darah

Plasma darah pasien Covid-19 yang pulih saat ini diteliti menjadi terapi bagi pasien yang sedang sakit. Harapannya plasma darah pasien sembuh akan membantu melawan virus.

Terapi plasma darah diuji coba sejumlah negara untuk mengobati pasien Corona khususnya dalam kondisi kritis. Pengobatan dengan terapi plasma darah dilakukan dengan menyuntikkan plasma darah yang mengandung antibodi dari pasien sembuh Corona pada pasien Covid-19 yang masih berjuang melawan penyakit ini.

Uji coba terkontrol sedang berlangsung di China, Eropa, Amerika Serikat, India dan Indonesia untuk mengumpulkan bukti manfaat yang lebih kuat pada terapi plasma darah.

(detik.com)

Berita Terkait

Baca Juga