Mulai 1 Juni, Sejumlah RS Mitra BPJS di Padang Terapkan Antrean Online untuk Pasien JKN-KIS

Mulai 1 Juni Sejumlah RS Mitra BPJS di Padang Terapkan Antrean Online untuk Pasien JKNKIS Ilsutrasi (dok.bpjs kesehatan padang)

Covesia.com - Inovasi antrean online melalui aplikasi Mobile JKN sejatinya selain untuk mempermudah kepastian layanan bagi pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) juga didesain untuk meminimalisir resiko penyebaran penyakit menular. 

Hal tersebut disampaikan oleh Letkol Ckm. dr. Syahrial Sp.B, Kepala Rumah Sakit Tentara (RST) dr. Reksodiwiryo Padang.

“Terutama yang (penularannya) melalui droplet seperti TBC dan Covid-19, karena dapat mengurangi penumpukan antrean pasien di rumah sakit kami dan juga bisa mempersingkat kontak antara petugas kami dengan pasien yang datang,” ujar Syahrial, dalam siaran tertulisnya yang diterima, Senin (1/6/2020).

Antrean online, sambung Syahrial, sangat berdampak pada peningkatkan mutu pelayanan mengingat kepastian kapan seorang pasien akan mendapat pelayanan dapat ditentukan dan diketahui oleh pasien atau keluarga pasien itu sendiri. 

Inovasi ini jelas mempermudah pasien untuk mendapatkan pelayanan rawat jalan dan mengurangi waktu tunggu antrean di bagian pendaftaran dan polikinik yang dituju.

“Kami mempersiapkan Software yaitu dengan mengupgrade aplikasi sistem rumah sakit atau yang biasa disebut SIMRS dan hardware nya seperti server mumpuni. Waktu dalam persiapan mengintegrasikan dengan aplikasi Mobile JKN ini kurang lebih satu bulan. Kompetensi SDM secara keseluruhan sudah siap,” tambah Syahrial.

Lebih lanjut Syahrial menerangkan tahapan yang harus dilalui Peserta JKN-KIS dalam memanfaatkan antrean online via Mobile JKN untuk pelayanan rawat jalan. Pertama, pasien membooking jadwal berobat di aplikasi Mobile JKN setelah mendapatkan rujukan dari puskesmas/klinik.

“Pada saat hari kunjungan berobat, pasien mengkonfirmasi kedatangan dengan menyerahkan surat rujukan atau surat kontrol bagi pasien kunjungan kepada petugas loket pendaftaran. Petugas loket melakukan approve registrasi booking yang telah ada pada aplikasi SIMRS dan langsung mempersilahkan pasien untuk ke poliklinik tujuan,” ujarnya.

Syahrial berharap pasien datang dengan menyesuaikan jam pelayanan dan estimasi mendapat pelayanan dokter agar tujuan utama antrean online yakni efisiensi waktu dan mencegah penyakit menular dapat terwujud. “Sebagian besar belum menerima informasi dan belum paham penggunaan tentang antrean online JKN Mobile, sehingga kita harus sama-sama memasifkan sosialisasi,” pesannya.

Selain itu, kini rumah sakit yang dipimpin Syahrial tersebut juga telah menampilkan daftar ketersedian kamar rawat inap per kelas secara online di aplikasi Mobile JKN yang diupdate per satu jam sekali. Tak cukup di situ, bahkan jadwal tindakan operasi RST dr. Reksodiwiryo Padang juga bisa dipantau dari aplikasi Mobile JKN.

“Petugas admisi ruang bedah menetapkan booking jadwal tindakan operasi pada aplikasi SIMRS. Lalu pasien atau keluarga pasien bisa melihat jadwal tindakan operasi harian melalui monitor tampilan di depan ruang OK dan aplikasi Mobile JKN pada fitur jadwal tindakan operasi,” tutupnya.

(ril/don)

Berita Terkait

Baca Juga