Pakar Dicle University Sebut Suhu Lebih Panas di Suatu Daerah Tak Cegah Virus Corona Menyebar

Pakar Dicle University Sebut Suhu Lebih Panas di Suatu Daerah Tak Cegah Virus Corona Menyebar Ilustrasi - pixabay

Covesia.com - Seorang pakar penyakit menular dan mikrobiologi klinis di Dicle University Turki, Recep Tekin berpendapat, suhu yang lebih panas tidak akan membantu memperlambat penyebaran virus corona, menurut seorang pakar.

"Jika anda menjaga jarak sosial dan menggunakan masker maka tingkat infeksi penyakit mungkin menurun tetapi suhu itu sendiri tidak efektif," kata Recep Tekin, seoerti dilansir Antara, Sabtu (11/7/2020) mengutip Anadolu.

Pendapatnya itu merujuk kepada suhu di Mediterania yang panas di Turki selatan. Tekin menyoroti, jumlah kasus Covid-19 di wilayah tersebut justru melonjak baru-baru ini, meski suhunya tinggi.

"Jika suhu panas sepenuhnya mencegah virus maka kami seharusnya tidak melihat kasus di Arab Saudi dan Afrika," lanjutnya.

Memperhatikan bakal ada hari-hari yang lebih panas dalam beberapa pekan mendatang, ia mengatakan masyarakat tidak boleh bertindak dengan mengandalkan itu. 

Warga tetap diharuskan menggunakan masker, menjaga jarak sosial dan memperhatikan kebersihan tangan tanpa menghiraukan suhu.

Hingga Rabu Turki melaporkan total 5.282 kematian akibat COVID-19 sementara lebih dari 187.511 pasien dinyatakan sembuh. Saat ini terdapat lebih dari 208.938 kasus terkonfirmasi COVID-19 di negara tersebut

Sejak kemunculannya di Wuhan, China tengah pada Desember lalu pandemi virus corona telah merenggut 551.000 lebih korban jiwa di 188 negara dan wilayah.

Kasus COVID-19 di seluruh dunia kini mencapai 12,1 juta, sementara lebih dari 6,65 juta orang telah pulih dari penyakit pernapasan tersebut, menurut data yang dihimpun oleh Johns Hopkins University yang berbasis di AS.

Berita Terkait

Baca Juga