Waspada Corona, Rektor Minta Sivitas Akademika Unand Tangguhkan Perjalanan ke Luar Negeri

Waspada Corona Rektor Minta Sivitas Akademika Unand Tangguhkan Perjalanan ke Luar Negeri

Covesia.com - Rektor Universitas Andalas Yuliandri menerbitkan surat edaran dengan nomor: 5/UN.16.R/SE/2020 tentang kesiapsiagaan menghadapi virus Covid-19. 

Di dalam surat edaran tersebut, Yuliandri menjelaskan bahwa virus Covid-19 saat ini sudah merebak ke berbagai negara di dunia. 

Negara tersebut seperti China, Jepang, Korea, Singapura, Malaysia, Vietnam, Thailand, Amerika Serikat, Kanada, Jerman, Prancis, Inggris, Italia, Spanyol, Belanda, Kroasia, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Mesir, Iran, India, dan Australia. 

"Jumlah kasus terkonfirmasi lebih dari 81 ribu orang dan angka kematian 3,2 persen kasus. Jumlah negara terjangkit dan penderita terus bertambah," tulisnya di dalam surat edaran yang diterbitkan pada 28 Februari 2020 itu. 

Selain itu, WHO juga sudah menetapkan bahwa Covid-19 sebagai Public Health Emergency International Concern. Pemerintah sudah mengelurkan Kepmenkes No.HK.01.07/MENKES/104/2020 tentang penetapan Covid-19 sebagai penyakit yang dapat menimbulkan wabah.

"Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, kami mengimbau kepada seluruh sivitas akademika Unand untuk menangguhkan perjalanan ke luar negeri terutama ke negara-negara yang sudah terdampak Covid-19 sampai ada ketentuan selanjutnya dari pihak yang berwenang," ujarnya.

Yuliandri menjelaskan bahwa, jika ada sivitas akademika Unand yang terlanjur berkunjung ke negara tempat virus Covid-19 merebak, maka Rektor menyarankan untuk segera melakukan isolasi diri sendiri di rumah masing-masing selama 14 hari. 

Selain itu, sivitas akademika yang bersangkutan juga diwajibkan untuk melapor ke RS Unand untuk diberi kartu kewaspadaan. 

"Jika ada gejala demam, batuk-batuk dan sesak nafas dalam masa tersebut, agar segera memeriksakan diri di RS Unand," ujarnya.

Lebih lanjut, Yuliandri meminta seluruh sivitas akademika Unand untuk tidak panik dan selalu melakukan tindakan pencegahan penularan penyakit.

"Seperti, menjaga kebersihan tangan, mencuci tangan dengan air dan sabun cair secara rutin. Kemudian, bilas setidaknya 20 detik dan keringkan," tulisnya pula. 

Di dalam surat edaran itu, Yuliandri juga mengimbau sivitas akademika Unand untuk mencegah kontak dengan penderita batuk dan pilek. Dia juga mengimbau sivitas akademika Unand untuk menggunakan masker jika batuk. 

"Ingatkan pada orang yang batuk atau pilek agar menutup hidung atau menggunakan tisu," jelasnya.

Untuk informasi lebih lanjut, tulis Yuliandri dalam surat edaran tersebut, sivitas akademika Unand bisa merujuk ke buku Pedoman Kesiapsiagaan Menghadapi Coronavirus Disease (Covid-19) yang diterbitkan Kemenkes RI pada 17 Februari 2020.

(fkh)

Komentar