Gas Masih Menyembur di Pesantren Al Ihsan Pekanbaru, Diameter Liang Sumur Diperkirakan 6 Meter

Gas Masih Menyembur di Pesantren Al Ihsan Pekanbaru Diameter Liang Sumur Diperkirakan 6 Meter Kondisi Pondok Pesantren Al-Ihsan yang rusak akibat semburan gas bercampur lumpur, di Kota Pekanbaru, Riau, Sabtu (6/2/2021). Foto: Antara/ FB Anggoro

Covesia.com - Lubang semburan gas bercampur lumpur di kompleks Pondok Pesantren atau Ponpes Al-Ihsan, Kota Pekanbaru, Riau, belum dapat ditangani secara teknis karena faktor tertentu.

Tim gabungan dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Riau, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, dan perusahaan EMP Bentul Ltd, menyatakan tindakan menutup lubang semburan untuk saat ini masih berisiko karena intensitas yang masih tinggi.

Kepala Dinas Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Riau, Indra Agus Lukman mengatakan, jika lubang buru-buru ditutup, maka dikhawatirkan semburan akan berpindah ke tempat lain.

"Kami lihat dua sampai tiga hari mendatang. Jika semburan semakin kecil dan kondisi memungkinkan tim akan akan mulai memasukkan alat dan melakukan penutupan," katanya, mengutip Antara, Senin (8/2/2021).

Rencananya, kata dia, penutupan lubang menggunakan balok-balok cor-coran. Namun, dia memastikan , semburan gas di kompleks pesantren itu tidak lagi berbahaya. Material yang keluar sekarang lebih banyak lumpur dan pasir.

Sementara, katanya, lubang semburan makin besar dan semburan lumpur hampir mencapai atap asrama. Namun intensitas semburan sudah berkurang. 

"Diperkirakan diameter liang sumur sudah mencapai enam meter. Jika dilihat dari atas tampak kecil lantaran tertutup lumpur yang tingginya sudah hampir dua meter," sebutnya.

Gas yang menyembur dari lubang sumur di pondok pesantren tersebut adalah gas rawa yang sering ditemukan di Riau.

"Kalau gas rawa dapat ditemui di 100 meter namun jika untuk gas nitrogen yang digunakan untuk industri ditemui di 200 meter lebih. Kalau gas rawa tidak bisa dikelola sebab biasanya dalam tiga hari sudah berhenti menyembur," tuturnya.

Awal Peristiwa

Peristiwa semburan gas bercampur lumpur bermula saat proses mencari sumber air untuk kebutuhan pesantre. 

Di Kecamatan Tenayan Raya, harus mengebor tanah puluhan hingga 100 meter untuk mendapatkan sumber air. 

Semburan terjasi ketika kedalaman pengeboran sampai di 119 meter. Sedangkan gas yang menyembur mencapai ketinggian 15 meter.  

Akibatnya, kompleks Pondok Pesantren Al-Ihsan diliputi lumpur, pasir, dan debu.

Bangunan asrama santri, ruang guru, kantin, ruang kelas, dan aula di pesantren rusak akibat gumpalan lumpur terlontar dan mengoyak bagian atap. Sementara, puluhan santri Pondok Pesantren Al-Ihsan harus diungsikan. 

Berita Terkait

Baca Juga