30 Ton Ikan Keramba Mati Mendadak

Covesia.com – Sekira 30 ton ikan keramba jaring apung di Danau Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), mati mengambang akibat berkurangnya kadar oksigen dari dasar danau.

Kematian puluhan ton ikan itu telah terjadi sejak Kamis (18/2) hingga Sabtu (20/2).

Kondisi tersebut terjadi di tiga Nagari yakni, Nagari Maninjau, Bayua dan Linggai Duo Koto. Total kerugian hingga saat ini diperkirakan mencapai Rp540 juta dengan harga ikan Rp18 ribu per kilogramnya.

Berkurangnya kadar oksigen di dasar danau dikarenakan aktivitas kimia dari sisa pakan yang mengambang dan naiknya kadar belerang hingga ke permukaan setelah angin kencang yang menimbulkan pergerakan arus dasar danau.

Menanggulangi dampak lingkungan dari bangkai ikan, sebagian besar pemilik memasukkan bangkai ikan ke dalam karung dan membenamkannya ke dasar danau. Ikan yang masih hidup segera dipanen agar tidak menambah jumlah kematian ikan lainnya.

Sementara waktu, petani ikan keramba menghentikan aktivitas pembibitan dan pemberian pakan hingga kondisi air danau kembali normal.

Sejak enam tahun terakhir, kematian puluhan ton ikan ini selalu terjadi. Di tahun ini, kematian ikan keramba ini merupakan yang pertama. Sementara sebelumnya pada 2015 tercatat sebanyak 16,5 ton ikan mati, pada 2014 sebanyak 1.087,38 ton, pada 2013 sebanyak delapan ton, pada 2012 sebanyak 300 ton, pada 2011 sebanyak 500 ton dan 2010 sebanyak 500 ton.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password