AFCF Perkenalkan Kuliner Negara Asia Kepada Masyarakat Ukraina

London – Kuliner negara-negara Asia diperkenalkan kepada masyarakat Ukraina dalam kegiatan bertajuk “

Asian food and cultural festiva

l 2014″ (AFCF) ke dua di Gedung Ukrainian House, Kyiv akhir pekan.

Korfung Pensosbud KBRI Ukraina, Judika Madhuri kepada antara yang dirilis covesia.com, Selasa (11/11/2014) menuturkan acara AFCF diadakan bekerjasama dengan International Diplomatic Club (IDC).

Festival menghadirkan aneka ragam kuliner, lukisan dan benda budaya, serta pertunjukan film dokumenter, pergelaran tari dan budaya dari enam negara Asia peserta yakni Indonesia, Jepang, Republik Korea, Malaysia, Pakistan dan Vietnam.

Gerai Warung Indonesia dikoordinir Dharma Wanita Persatuan KBRI Kyiv menampilkan kuliner khas Indonesia diantaranya nasi goreng, soto mie Bogor, gado-gado, sate ayam Ponorogo, soto Makassar, roti jala kari kambing, serta jajanan tradisional seperti lumpia Semarang, kue lapis pepe, panada, dan dadar gulung yang tandas sebelum waktu penutupan festival.

Sementara Art Exhibition, Indonesia menempatkan karya ukir patung Garuda Wisnu, patung Dewi Saraswati, tenun ikat Sumbawa, dan topeng rangde. Panggung pertunjukan bergantian diisi para penampil tari, lagu dan food demo dari masing-masing Kedutaan.

Indonesia mempersembahkan tari batik yang dimainkan dengan apik dan luwes lima mahasiswi jurusan bahasa Indonesia Kyiv National
University Taras Shevchenko.

Seniman dan guru seni KBRI Kyiv, Agus Prasetyo, menunjukkan keterampilan memainkan alat musik tradisional angklung, diiringi staf KBRI, Prabowo Himawan menyanyikan lagu rakyat “Ukraina”, yang memukau pengunjung.

Selain itu, KBRI Kyiv juga menggelar demo membatik dipandu Elmira, desainer dan guru seni lukis Ukraina yang tahun 2008 belajar membatik selama setahun di Yogyakarta melalui program Darmasiswa.

Demo membatik tidak hanya menyita perhatian ibu rumah tangga dan pemudi Ukraina, tetapi juga anak-anak yang ikut antri karena tertarik untuk mencoba melukis di atas kain dengan menggunakan canting dengan lilin malam.

Di penghujung acara, Indonesia kembali menyita perhatian penonton, dimana Dubes RI Kyiv memberikan kursus interaktif singkat tari sajojo dan kemudian memimpin pengunjung berbaur menari bersama.

Dubes RI Kyiv, Niniek Kun Naryatie, menjadi salah satu motor dan penggagas kegiatan ini menyatakan AFCF dimaksudkan untuk memperkenalkan budaya dan kuliner khas Asia di kalangan masyarakat Ukraina.

Head of Department on Middle East and South Asian Countries

Kementerian Luar Negeri Ukraina, Yury Lutovinov menyatakan penghargaan kepada Dubes negara peserta festival yang mengorganisir festival unik dan berharga bagi masyarakat Ukraina.

Dengan kegiatan ini masyarakat Ukraina dapat mengenal keanekaragaman budaya berbagai bangsa di Asia.

AFCF menjadi acara tahunan menghadirkan berbagai ribuan pengunjung yang berasal dari kalangan masyarakat umum dan diplomatik yang
tidak menyia-nyiakan kesempatan langka yang diselenggarakan setiap musim gugur di Ukraina.

First Lady Ukraina, Maryna Poroshenko disela kesibukannya mengirimkan surat yang dibacakan pada pembukaan acara .

Dalam suratnya ia menyatakan apresiasi dan terima kasih kepada penyelenggara khususnya dalam masa sulit di Ukraina, kegiatan kebudayaan merupakan dukungan sosial yang memainkan peran penting dalam memperdalam hubungan kerjasama internasional dan kebudayaan antara masyarakat Asia dan Ukraina. (ant/gyi)

0 Comments

Leave a Comment

1 + 17 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password