Aktivitas Tambang PT Riau Berlian Utama Bikin Resah Warga Koto Alam, Pihak Perusahaan Tak Merespon!

Covesia.com – Warga Nagari Koto Alam, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar), resah akibat pembangunan jalan milik PT Riau Berlian Utama (RBU). Perusahaan tersebut bergerak di bidang tambang batu gunung (andesit).

Aktivitas perusahaan tersebut menyebabkan aliran sungai yang melewati tiga Jorong (Simpang Tigo, Koto Tangah, Koto Ronah) berlumpur. Sementara bagi sebagian warga aliran sungai itu digunakan untuk mandi dan mencuci pakaian.

Tak hanya itu, sawah milik warga Koto Alam juga rusak aibat masuknya material tanah dan pasir akibat aktivitas pembangunan jalan lokasi tambang tersebut.

Salah seorang warga Nagari Koto Alam yang namanya tidak ingin ditulis menceritakan, untuk menuju lokasi tambang tersebut melalui sawah warga.

“Dulu perjanjiannya, sebelum jalan itu dibangun oleh PT Riau Berlian Utama, boleh melewati sawah warga, tapi harus dibangun jembatan saat melintasi sungai yang ada di dekat sawah kami itu,” sebutnya saat dihubungi Covesia.com pada Selasa (8/12/2020).

Namun, lanjutnya, sekarang sungai tersebut dututup atau ditimbun pakai batu dan tanah, sehingga air sungai yang mengalir ke kampung sekitar menjadi sedikit, dan mirisnya airnya menjadi keruh.

“Bukan hanya keruh, namun juga menjadi berlumpur, padahal biasanya sungai tersebut dipakai oleh masyarakat sekitar untuk mandi dan keperluan lainnya,” katanya.

Kemudian, banyak sawah di sekitar lokasi menjadi menguning, kalau dibiarkan berkelanjutan hasil panen masyarakat akan menjadi menurun bahkan bisa gagal panen. Selanjutnya karena aliran sungai itu ditutup, kedepannya dikhawatirkan air sungai akan menggenang lebih besar, dan meluap sehingga sawah warga di sekitar daerah aliran sungai yang ditutup bisa terkikis air.

“Kami sudah membuat surat kepada wali nagari, namun belum ada tanggapan,” ujarnya.

Ia mengharapkan agar ada solusi dari pemerintah dan PT Riau Berlian Utama terkait keluhan masyarakat tersebut, agar masyarakat tidak dirugikan. 

(Lokasi pembangunan jalan ke lokasi tambang milik PT Riau Berlian Utama di Koto Alam)

Sementara itu, Wali Nagari Koto Alam, Abdul Malik menyebutkan, secara langsung ia belum meninjau ke lokasi pembangun jalan milik perusahaan tambang tersebut. Namun dari pihaknya yaitu kepala jorong dan dan pejabat nagari sudah datang ke lokasi.

“Jadi secara langsung saya belum ke lokasi, karena masih sibuk dengan Pilkada sekarang ini. Tapi setelah ini saya akan meninjau lokasi tersebut,” ucapnya. 

Abdul Malik membenarkan sudah ada pengaduan masuk ke pihaknya dari kelompok tani daerah terdampak tersebut. 

“Pengaduannya, masyarakat di sana terganggu pekerjaannya di sawah akibat pembangunan jalan itu,” ujarnya. 

Kemudian, kata Abdul Malik, menindaklanjuti pengaduan masyarakat tersebut, ia akan meninjau lokasi itu, dan menanyakan masalah tersebut kepada pihak PT Riau Berlian Utama.

“Pokoknya kami dari pihak pemerintah setempat tidak akan merugikan masyarakat,” tegas Abdul Malik.

Sedangkan Owner PT Riau Berlian Utama yang diketahui bernama Roni saat dihubungi Covesia.com pada Selasa (8/12/2020) sore sempat mengangkat telpon, namun tidak banyak berbicara, hanya menanyakan siapa yang menelpon. Selanjutnya ketika dikatakan dari media, ia beralasan sedang sibuk, dan meminta mengubungi kembali.

Tapi setelah beberapa jam kemudian, keti kembali dihubungi, Roni tidak merspon.

(pri)

0 Comments

Leave a Comment

ten − seven =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password