Enam Organisasi Gabungan Unjukrasa

Jakarta – Organisasi gabungan yang terdiri atas enam elemen melakukan unjuk rasa untuk menolak rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

“Kenaikan harga BBM tentu akan menyengsarakan rakyat miskin dan pekerja,” kata Koordinator Lapangan dari Konfederasi Serikat Nasional, Mukhtar Guntur Kilat di Jakarta, Selasa (11/11/2014).

Ia mengatakan pemerintahan baru Jokowi-JK sudah berencana menaikkan harga BBM. Waktu kenaikan memang belum dipastikan namun Menko Perekonomian Safyan Djalil telah menyatakan bahwa harga BBM tetap akan naik sebelum Januari 2015.

Wacana pemerintah bahwa pengguna BBM kebanyakan adalah kelas menengah atas pemilik mobil pribadi itu merupakan suatu kebohongan, karena pengguna sepeda motor jauh lebih banyak daripada pengguna mobil pribadi.

Hal itu didukung dengan data Badan Pusat Statistik 2012, di mana jumlah sepeda motor itu sekitar 76,4 juta sementara jumlah mobil penumpang hanyak sekitar 10,4 juta.

“Dampak kenaikan BBM tidak hanya menghantam pengguna alat tranportasi tetapi juga akan membunuh transportasi umum,” tuturnya dalam pernyataan sikap bersama kepada pemerintahan yang baru.

Dikatakannya, kenaikan harga BBM juga akan menyebabkan kenaikan harga barang secara umum atau inflasi. Selama 2008-2013, inflasi tahunan tertinggi terjadi pada tahun-tahun di mana terjadi kenaikan harga BBM.

“Kami berharap pemerintah lebih melihat pada kehidupan rakyat karena saat ini sebagian rakyat Indonesia belum sejahtera dan jangan menambah derita dengan menaikkan harga BBM,” ucapnya.

Organisasi gabungan itu terdiri atas Konfederasi Serikat Nasional (KSN), Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI), Serikat Mahasiswa Progresif UI (Semar UI), Forum Mahasiswa IISIP (Formasi), Seniman Jalanan Jakarta (Senja) dan Partai Rakyat Pekerja (PRP). (ant/bim)

0 Comments

Leave a Comment

sixteen − nine =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password