Warga Padang Khawatirkan Rencana Kenaikan BBM

Padang-Meski belum terealisasi, namun,dampak dari rencana pemerintah yang akan menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sebelum akhir tahun 2014 ini telah dirasakan oleh sebagian masyarakat Indonesia.

Seperti halnya yang dikatakan Renita (45) salah seorang warga Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa (11/11/2014). Dengan tegas dirinya menolak rencana Pemerintah Pusat yang akan menaikan harga BBM dengan dalil, bahwa kondisi ekonomi masyarakat saat ini dalam kondisi yang belum stabil, sehingga belum siap dengan efek yang akan timbul dari kenaikan harga BBM itu nantinya. “Ditengah kondisi susah saat ini,bukanlah waktu yang tepat bagi Pemerintah untuk menaikan harga BBM.Saat ini saja misalnya,BBM belum naik tapi,barang-barang kebutuhan pokok lainnya sudah pada naik,” tutur Renita kepada covesia.com.

Senada dengan Renita yang mengkwatirkan dampak dari kenaikan harga BBM, Ira (32) salah seorang pedagang kebutuhan pokok di Pasar Raya Padang. Ia menuturkan, walau belum secara keseluruhan barang-barang kebutuhan pokok saat ini merangkak naik. Namun,sudah ada beberapa komoditi yang terlanjur naik di pasaran. “Cabe, beras dan minyak sayur, sudah naik dengan besaran jumlah yang bervariasi. Kenaikan harga berkisar antara 500-2000 rupiah,” jelasnya.

Disamping itu, Ira juga mengkwatirkan dampak lemahnya daya beli masyarakat, bila BBM benar-benar dinaikkan nanti. “Saat ini saja daya beli masyarakat sudah lemah, apalagi nanti setelah BBM resmi dinaikan, jelas akan banyak berpengaruh,” katanya lagi. (adi/cal)

0 Comments

Leave a Comment

19 + eight =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password