Tanggapan Pansel Perihal Keluhan Peserta Ujian Calon Asisten Ahli KI Sumbar

Covesia.com – Sejumlah peserta seleksi ujian calon asisten ahli Komisi Informasi (KI) Provinsi Sumbar mengaku kecewa dengan proses seleksi yang dinilai tidak transparan. Bahkan ada peserta yang ingin melaporkan ke Ombudsman Sumbar.

Baca juga: Soal Transparansi Seleksi, KI Sumbar: Peserta Silakan Tanya ke Pansel

Menanggapi hal tersebut, Ketua Panitia Seleksi Ujian Calon Asisten Ahli Kominfo Sumbar, Indra Sukma mengatakan bahwa Kominfo Sumbar transparan melaksanakan proses penyeleksian tersebut.

“Kita terbuka dan transparan, kalau tidak, mana mungkin kita melakukan rekruitmen secara terbuka dan memberikan kesempatan sekian terbuka untuk calon peserta,” ungkapnya saat dihubungi Covesia.com, Rabu malam (10/2/2020).

Lanjut Indra, Kominfo melaksanakan ujian secara CAT untuk dapat mengetahui nilainya langsung. 

“Kenapa tak kita perlihatkan list nilai peserta, ini karena kalau kita lihatkan semuanya akan melanggar aturan keterbukaan. Kasian juga peserta lain yang nilainya jauh di bawah, apalagi NIK dan informasi peserta harus kita jaga,” jelasnya.

Tak hanya itu, Indra menegaskan bahwa Kominfo Sumbar sudah melakukan semaksimal mungkin dan setransparan mungkin. 

“Jika ada yang melaporkan ke Ombudsman Sumbar tak apa. Kalau ke Ombudsman kita buka nanti hasil ujian tersebut, kita siap,” ujarnya.

Namun demikian, karena banyaknya keluhan dari peserta untuk melihat hasil ujiannya, tim IT Kominfo telah menyiapkan link bagi peserta untuk dapat melihat hasil ujian dirinya sendiri yang akan diinformasikan di Sumbarprov.go.id.

Indra juga menanggapi perihal saat ujian berlangsung di zoom meeting banyak yang log out otomatis. 

“Itu tak lain karena sinyal peserta yang bersangkutan. Kami di awal sudah mewanti-wanti upayakan melakukan ujian di tempat yang sinyalnya bagus,” kata Indra.

Dia juga membeberkan saat ujian banyak peserta yang gagal paham. Seharusnya, kata dia, peserta di sesi I (satu), karena tidak registrasi dia mencoba masuk di sesi II, sebut Indra. 

Dia melanjutkan, ada juga peserta yang masuk tidak menggunakan NIK-nya sehingga berbeda yang ikut ujian dengan NIK yang ada. Diminta pakai laptop tak sedikit dari peserta yang menggunakan androidnya, terangnya. 

“Saya berharap peserta jangan menilai kami tidak membantu, tak ada sama sekali niat kami menyulitkan peserta, kami sudah usahakan semaksimal mungkin untuk ujian berjalan baik,” pungkasnya. 

(ila)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password