Pelatih Optimis Vito Bisa Tembus Semifinal Swiss Open 2021

Covesia.com – Awal Maret depan, Skuad Indonesia akan kembali mengikuti turnamen bulutangkis Swiss Open 2021 di Basel. Turnamen BWF World Super 300 itu digelar pada tanggal 2-7 Maret tahun ini.

Pada sektor tunggal putra, Shesar Hiren Rhustavito menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang akan tampil pada Swiss Terbuka. Sang pelatih, Hendry Saputra membeberkan persiapan apa saja yang dilakukan anak didiknya, terutama dari sisi teknik. 

“Persiapan setelah pulang dari Thailand, kalau melihat hasil main Vito, dari teknik pukulan atau stroke-nya harus lebih mantap lagi. Jadi lebih fokus untuk penerapan cara bermain dan stroke-nya yang tepat,” ungkap Hendry dikutip laman PBSI, Sabtu (20/2/2021).

“Kalau untuk fisik atau mentalnya, setelah konsultasi dan komunikasi dengan Vito, dia sudah oke. Jadi dari teknik dan fokus cara penggunaan tekniknya ini yang kami terapkan selama kurang lebih 2-3 minggu sebelum berangkat ke Swiss,” terang Hendry.

Dengan persiapan dan evaluasi di Thailand, sang pelatih optimis kalau Vito bisa tembus semifinal Swiss Open ini.

“Kami harapkan semaksimal mungkin. Target Vito bisa masuk di semifinal,” harap Hendry.

Usai Swiss Open, pebulutangkis Indonesia Kemudian berlanjut ke kejuaraan bulutangkis tertua di dunia, All England pada 17-21 Maret di Birmingham.  

Sementara pada kejuaraan All England, Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie menjadi wakil Indonesia di sektor tunggal putra. Menurut Hendry, ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan dari keduanya, terutama pada daya tahan mereka.

“Kalau untuk All England, dari satu bulan sebelum berangkat ini kita akan tingkatkan daya tahan lagi, fisik, stamina, dan tenaga. Memang hal lain yang paling penting itu fokus pikiran,” tutur Hendry.

“Memang ini tidak gampang, tapi dalam satu bulan ini kami fokuskan untuk meningkatkan konsentrasi pikiran mereka. Supaya mereka bisa mengatasi kendala tidak yakin atau tidak fokus saat pertandingan,” tambahnya. 

Hendry juga menilai, para pemain lawan khususnya saat Leg Asia di Thailand, Bangkok, Januari lalu memiliki persiapan yang lebih baik. Selain itu, menurut Hendry setiap atlet juga ada masanya mengalami penurunan performa.

“Kalau saya lihat para pemain lawan saat pertandingan di Thailand, sebenarnya dari tingkat kemajuan lawan, dalam hal teknik sih saya rasa biasa saja. Tapi mungkin lawan itu siap untuk juaranya lebih ada. Mereka lebih siap, baik dari sisi mental, pikiran, dan daya juang. Bukan berarti pemain kita tidak siap atau tidak ada, tapi lawan lebih siap,” ungkap Hendry.

“Mudah-mudahan dengan pengalaman di Thailand kemarin, pada kejuaraan berikutnya atlet-atlet kita bisa kembali performanya. Memang ada masanya pemain mengalami hal ini, tidak bisa menjadi alasan, tapi kita harus terus berlatih dan lebih siap lagi,” tutupnya.

(dnq)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password