Kasus Perdagangan Anak di Bukittinggi, Polisi: Korban Diiming-imingi Uang oleh Pelaku

Kasus Perdagangan Anak di Bukittinggi Polisi Korban Diimingimingi Uang oleh Pelaku Pelaku perdagangan anak di bawah umur saat digiring di Mapolres Bukittinggi, Senin (22/11/2021)(Foto: Covesia-Debi)

Covesia.com - Unit III PPA dan Opsnal Sat Reskrim Polres Bukittinggi berhasil mengungkap kasus tindak pidana perdagangan anak dibawah umur di salah satu hotel di Bukittinggi.

Kanit III PPA Satreskrim Polres Bukittinggi, Ipda Tiara Nur, mengungkapkan, awalnya korban diimingi-imingi uang oleh tersangka yang saat itu sedang membutuhkan pekerjaan.

"Jadi korban dijual kepada pelanggan melalui aplikasi Whatsapp dan dipertemukan di salah satu hotel di Bukittinggi," ungkapnya, Senin (22/11/2021).

Ia mengatakan korban yang masih di bawah umur dijual dengan harga Rp1,2 kepada lelaki hidung belang dengan bagi hasil Rp700 untuk pelaku dan Rp500 untuk korban.

Sedangkan menurut pengakuan tersangka G (32), ia baru kenal dengan korban A (16) selama 4 bulan dan korban meminta kepada pelaku untuk dicarikan uang.

Ia juga mengaku baru dua bulan menjalani profesi tersebut dan dua kali menjual korban kepada lelaki hidung belang.

Atas perbuatannya tersangka dikenakan pasal pasal 2 juncto pasal 17 Undang-undang no 21 tahun 2007 mengenai pemberantasan tindak pidana perdagangan orang dengan ancaman 15 tahun penjara.

Sebelumnya satuan reserse dan kriminal Polres Bukittinggi mengamankan terduga pelaku tindak pidana perdagangan orang di Bukittinggi, Jumat (19/11/2021).

Terduga pelaku perdagangan anak di bawah umur diamankan, Jumat malam sekitar pukul 23.45 Wib di salah satu hotel di Bukittinggi dengan barang bukti uang tunai sebesar RP800.000 dari tangan pelaku dan Rp400.000 dari tangan korban.

(deb)

Berita Terkait

Baca Juga