Nyatakan Jika MUI Dibubarkan Maka RI Juga Bisa DIbubarkan, Waketum MUI Nyatakan Siap Dipecat

Nyatakan Jika MUI Dibubarkan Maka RI Juga Bisa DIbubarkan Waketum MUI Nyatakan Siap Dipecat Foto: Suara.com

Covesia.com - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abas menyatakan bahwa dirinya menerima jika diberhentikan dari kepengurusan MUI. Hal tersebut diutarakannya terkait desakan kelompok Pergerakan Kiyai dan Mubaligh Nusantara (PKMN) atas pernyataannya yang mengatakan, bila MUI dibubarkan maka Republik Indonesia bisa dibubarkan juga.

Melansir dari wartaekonomi.co.id -- jaringan Suara.com, Anwar dengan santai mengatakan bahwa ia tak mempermasalahkan desakan tersebut.

"Tidak masalah kalau dipecat," katanya Anwar saat dihubungi, Kamis (25/11/2021).

Dalam penjelasannya, Anwar menyebut ada beban moril yang dipikul saat menjabat dalam kepengurusan MUI. Oleh sebab itu, ia selalu menjaga dan melaksanakan amanah sebagai  pengurus MUI dengan sebaik-baiknya.

Dengan demikian, desakan agar ia dipecat bisa menjadikan beban morilnya semakin ringan atau bahkan menghilang.

"Baguslah kalau saya dipecat sehingga beban moril saya semakin ringan," sambungnya.

Sebelumnya diketahui, ada sekelompok orang mengatasnamakan Pergerakan Kiyai dan Muballigh Nusantara (PKMN) mendesak agar Anwar Abas dipecat dari MUI.

Pada Rabu (24/11/2021), sebuah video memperlihatkan aksi PKMN menyampaikan desakan tersebut.

Desakan tersebut muncul sebagai respons dari pernyataan Anwar Abas yang mengatakan, bila MUI dibubarkan maka Republik Indonesia bisa dibubarkan juga.

Oleh sebab itu PKMN menilai ucapan Anwar Abas dapat dimaknai sebagai hal provokatif yang bisa menimbulkan dampak negatif.

"Oleh karena itu, kami dari PKMN menyatakan sikap sebagai berikut, pertama: meminta kepada MUI agar secepatnya melakukan pembenahan diri dengan memecat saudara H Anwar Abbas dari posisi dan kedudukannya sebagai Waketum MUI," katanya dalam video itu.

Tak hanya itu, mereka bahkan meminta polisi untuk turun tangan dalam hal ini, mengingat ucapan Anwar Abas dinilai bisa memicu radikalisme dan separatisme.

 "Meminta kepada aparat penegak hukum dalam hal ini kepolisian untuk segera menangkap dan memproses secara hukum saudara H. Anwar Abas," sambungnya.

(Suara.com)

Berita Terkait

Baca Juga