Lagi! 103 Pinjol Ilegal Ditutup Satgas Waspada Investasi

Lagi 103 Pinjol Ilegal Ditutup Satgas Waspada Investasi Ilustrasi - Pegawai PT Ant Information Consulting (AIC) duduk di depan komputer saat penggerebekan kantor pinjaman online ilegal di Kelapa Gading, Jakarta, Senin (18/10/2021). Foto: Dok. Antara

Covesia.com - Aktivitas pinjaman online (pinjol) ilegah di tengah masyarakat masih saja mengintai korban baru. Satgas Waspada Investasi (SWI) kembali menutup sebanyak 103 entitas pinjol yang menggunakan platform di handphone maupun website.

Ketua SWI, Tongam L Tobing mengatakan, pemberantasan pinjol ilegal memerlukan kerja sama dari seluruh pihak, terutama masyarakat agar jangan mengakses pinjol ilegal yang bisa merugikan. "Mendukung upaya proses penegakan hukum yang dilakukan Kepolisian, kami terus melakukan pencegahan melalui patroli siber dan menutup entitas pinjol ilegal yang kembali kami temukan," ujar Tongam dalam keterangannya, Jumat (3/12/2021).

Masyarakat yang membutuhkan dana untuk keperluan produktif diminta meminjam pada fintech lending yang terdaftar dan berizin di OJK.

SWI terus berupaya memberantas kegiatan pinjol ilegal dengan meningkatkan literasi masyarakat dengan menyebarkan konten-konten edukasi terhadap bahaya pinjol ilegal. Saat ini, beberapa media ruang di wilayah DKI Jakarta telah menayangkan iklan layanan masyarakat mengenai waspada pinjol ilegal.

Sejak tahun 2018 sampai dengan November 2021 ini, Satgas sudah menutup sebanyak 3.734 pinjol ilegal. SWI mendorong penegakan hukum kepada para pelaku pinjaman online ilegal ini dengan terus menerus melakukan pemblokiran situs dan aplikasi agar masyarakat tidak ada yang mengakses.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI mengungkap sejumlah faktor mengapa pinjaman daring atau pinjol ilegal masih menjamur di Indonesia. Salah satunya adalah karena mudahnya aplikasi pinjol dibuat dan dimasukkan ke toko aplikasi Google Play Store.

"Yang diblokir 3.600-an lebih tapi itu nanti tumbuh lagi, dan lagi, karena terlalu mudah untuk dibuat. Tinggal dimasukan Google PlayStore sudah bisa running," imbuhnya. 

Atas kondisi itu, katanya, SWI bersama Kominfo sudah berkoordinasi dengan Google, agar tindak pencegahan menjadi lebih efektif. 

"Tapi, yang kita lihat, membuat aplikasi dan situs (pinjol) itu mudah sekali," pungkasnya. (Suara)

Berita Terkait

Baca Juga