Kisah Renjana, Gadis 16 Tahun yang Menjadi Korban Kekerasan Seksual dan Keluarganya Dituduh Gelapkan Uang

Keluarga korban saat memberikan keterangan di LBH Padang, Senin (22/3/2021)(Foto: Laila)

Covesia.com – Malang menimpa keluarga Renjana (bukan nama sebenarnya). Gadis berusia 16 tahun asal Padang itu mendapat kekerasan seksual dari pacarnya sendiri. Kemudian keluarganya dituduh gelapkan uang.

Pelaku berinisial R (22) menurut ayah Renjana membawa Renjana tanpa sepengetahuan keluarga Renjana.

“Kejadiannya awal Februari lalu, anak kami tidak pulang dan saya cek GPS ternyata anak saya berada di sebuah hotel di kota Padang,” ungkap ayah Renjana, Senin (22/3/2021).

Sang ayah langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek koto tangah Padang. Akhirnya pelaku ditahan karena terjerat pasal melarikan anak di bawah umur.

Kondisi Renjana usai kejadian itu dikatakan orangtuanya sangat memprihatinkan. “Anak kami tidak mau makan, menangis berhari-hari, bahkan saat menangis tiba-tiba tertawa, psikisnya kena,” ujar Ayah Renjana.

Setelah beberapa waktu keluarga pelaku tidak terima pelaku ditahan dan terus menerus mendatangi rumah Renjana. Keluarga pelaku terus membujuk dan membuat Renjana menjadi merasa bersalah karena pelaku ditahan.

Tindakan tersebut akhirnya membuat Renjana depresi dan secara terpaksa keluarga melakukan upaya perdamaian dengan keluarga pelaku dan menerima uang sejumlah Rp 20 Juta untuk biaya pengobatan korban.

Keluarga Renjana akhirnya menulis surat perjanjian perdamaian. Namun surat perjanjian perdamaian tidak serta merta bisa menghapus atau mencabut pelaporan kasus. Berkenaan kasus ini adalah delik biasa dan atas perjanjian damai batal demi hukum karena mengandung klausa tidak halal karena melawan peraturan perundang-undangan.

Kemudian Ibu Renjana mengatakan bahwa dari pihak keluarga korban tidak pernah sama sekali meminta uang pengobatan tersebut. Uang pengobatan tersebut dipakai oleh keluarga Renjana untuk pengobatan Renjana.

Karena perdamaian tidak terjadi, keluarga korban menilai keluarga pelaku mencari celah dan keluarga korban ditekan untuk mengembalikan sejumlah uang yang pernah diberikan oleh keluarga pelaku sebelumnya.

Bahkan keluarga korban dilaporkan ke Polsek Koto tangah atas Tindak Pidana Penipuan dan Penggelapan. “Saya merasa sejumlah uang ini adalah jebakan dari keluarga pelaku yang diduga dekat dengan polisi untuk saya dan ayah Renjana yang tidak paham hukum,” ungkap Ibu Renjana.

Atas laporan tersebut keluarga korban mendapatkan surat panggilan dari Polsek koto Tangah. Tak hanya itu, keluarga korban juga terus mendapatkan tindak intimidasi dari keluarga pelaku yang terus menerus minta mengembalikan uang yang pernah diberikan.

“Keluarga pelaku datang ke rumah sudah 3 kali. Sehabis pemeriksaan datang lagi. Kami menjadi tidak nyaman di rumah sendiri. Anak-anak juga ketakutan. Bahkan saat penyidik datang juga menanyakan perihal uang tersebut. Kami hanya bisa mengembalikan 12 juta dan satu emas, tapi mereka tetap meminta seluruhnya,” ungkap Ayah Renjana.

Tak hanya itu, keluarga korban juga bertemu keluarga pelaku dan mengatakan harus segera mengembalikan uang tersebut. Jika tidak maka ibu Renjana bakal di penjara.

“Saat ini kondisi Renjana sudah membaik dan sudah mulai masuk sekolah. Namun anak kami kembali tertekan karena mengetahui ibunya diancam masuk penjara,” terang Ayah Renjana.

Pihak pengacara Renjana dari LBH Padang, Decthree Ranti Putri mengatakan bahwasanya uang 20 juta yang diberikan keluarga pelaku adalah hak korban. Seperti PP 43 tahun 2007 tentang restitusi untuk anak. Setiap anak yang menjadi korban tidak pidana berhak mendapatkan restitusi (pembayaran ganti rugi).

Reporter: Laila Marni

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password