Nurani Perempuan: Kondisi Renjana Korban Kekerasan Seksual Tertekan, Bahkan Sempat Ingin Bunuh Diri

Keluarga korban saat memberikan keterangan di LBH Padang, Senin (22/3/2021). Foto: Laila Marni

Covesia.com – Ketua WCC Nurani Perempuan, Rahmi Meriyenti mengatakan bahwa kondisi korban kekerasan seksual, Renjana (nama samaran) gadis 16 tahun yang berstatus pelajar di Kota Padang, Sumbar, sangat tertekan.

“Saat Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang menerima laporan kekerasan terhadap Renjana, Nurani Perempuan turut dilibatkan untuk pemulihan korban kekerasan seksual,” ungkap Meri di kantor LBH Padang, Senin (22/3 /2021).

Baca: Kisah Renjana, Gadis 16 Tahun yang Menjadi Korban Kekerasan Seksual dan Keluarganya Dituduh Gelapkan Uang

Tak hanya itu, kata Meri, dalam situasi ini orang tua Renjana juga sangat tertekan karena ancaman penjara sangat menakutkan bagi mereka.

“Kami bertemu langsung dengan korban dan terlihat si korban tertekan. Sudah menjadi korban, orangtuanya juga dalam ketakutan. Akhirnya rasa ketakutan orangtuanya membuat dia merasa bersalah juga,” ungkap Meri.

Bahkan kata Meri, korban sempat ingin bunuh diri dan lari. Yang diharapkan korban adalah teman untuk bercerita.

“Kami mendorong untuk Renjana fokus lagi ke sekolah. Agar dapat mengapai cita-citanya. Kita tak ingin keadilan tidak ada pada korban,” imbuhnya.

Keadaan korban pascakejadian antaranya “victim blaming,” depresi dan trauma, sempat melakukan upaya bunuh diri, dan ancaman kriminalisasi terhadap keluarga korban yang semakin memperburuk keadaan korban.

Dalam kesempatan itu, Meri mengatakan, bahwa jangan sampai ada lagi kelompok yang menolak RUU PKS.

Karena, jika menolak artinya abai pada kehidupan anak-anak bangsa. Sulit mendapatkan pemulihan terhadap anak-anak. Tapi ketika negara bertanggungjawab atas itu semua orang bisa mendapatkan pemulihan itu.

(ila/rdk)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password