Terkait Kasus ”Renjana,” LPSK Minta Korban Segera Ajukan Permohonan Perlindungan

Keluarga korban saat memberikan keterangan di LBH Padang, Senin (22/3/2021). Foto: Laila Marni

Covesia.com – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) RI meminta korban kasus kekerasan seksual “Renjana” dan pihak keluarga untuk segera meminta dan mengajukan permohonan perlindungan.

“Yang mengajukan permohonan bisa dari pihak keluarga atau Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang untuk memohon perlindungan ke LPSK melalui 148, aplikasi WA di nomor 085770010048, atau melalui apkikasi perlindungan LPSK, maupun website,” katanya kepada Covesia.com saat dihubungi, Selasa (23/3/2021).

Baca: Pakar Hukum: Jika Ada Perjanjian, Laporan Kepada Keluarga Renjana Tak Penuhi Unsur Penggelapan

Ia menjelaskan, terhadap kasus Renjana dan keluarga mestinya sudah harus dimasukkan dan mendapat perlindungan karena pihak keluarga mendapat intimidasi dan juga dibutuhkan pendampingan dari psikolog.

“Segera masukkan permohonan perlindungan hari ini, karena sudah ada intimidasi akan dilaporkan kembali,” sebutnya.

Ia menambahkan, jika sudah menjadi terlindung LPSK, maka ada perlindungan atas perlaporan kembali.

Terkait restitusi atau ganti rugi yang diberikan pihak terlapor kepada pihak korban, jelas Livia, tidak bisa dikatakan sebagai restitusi begitu saja, karena ada prosedur dan proses untuk bisa dikatakan restitusi bagi pihak korban berdasarkan putusan pengadilan.

Baca juga: Soal Polemik Kasus Renjana, Begini Penjelasan Kanit Reskrim Polsek Koto Tangah

Dalam proses ganti rugi itu, pendamping hukum meminta LPSK melakukan penilaian restitusi untuk membuat penilaian terkait kasus itu dan memasukkannya ke kejaksaan sebagai tuntutan jaksa dengan harapan nantinya bisa menjadi putusan pengadilan.

“Memohon LPSK membuat pernilaan ganti rugi dan tim penilai bekerja sama dengan penegak hukum yakni Jaksa. Jika sudah P21 akan masuk ke tuntutan jaksa dan masuk dalam putusan pengadilan, karena restitusi ada dalam UU 31 tahun 2014 tentang perlindungan saksi dan korban,” terangnya.

Pihaknya menegaskan siap mendampingi korban untuk mendapatkan perlindungan hak restitusinya. LPSK RI sendiri juga akan melakukan koordinasi dengan LBH Padang terkait apakah korban sudah mengajukan permohonan perlindungan.

(deb/rdk)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password