Polisi Sebut, Dua Pria yang Dihakimi Massa di Padang Pariaman Bukan Maling

Polisi Sebut Dua Pria yang Dihakimi Massa di Padang Pariaman Bukan Maling

Covesia.com - Terkait dua orang pria dihakimi massa karena dituduh maling di Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), yang menyebabkan salah seorang diantaranya meninggal dunia, polisi menyebutkan mereka bukan maling.

"Mereka bukan maling, korban tersebut diketahui orang baik-baik," sebut Kapolres Padang Pariaman, AKBP Dian Nugraha HBWPS melalui Kapolsek 2X11 Enam Lingkung, AKP Nasirwan saat dihubungi covesia.com pada Senin (15/3/2021).

Lanjut Nasirwan, dua orang korban ini bekerja sebagai pemasang kamera CCTV. Pada kejadian itu korban dalam perjalanan menuju Kota Bukittinggi mengunakan minibus Toyota Avanza dengan nomor polisi BA 1148 LH.

"Namun naasnya dalam perjalanan yaitu di wilayah Kecamatan 2X11 Kayu Tanam, Padang Pariaman, mobil korban menyenggol sepeda motor," jelasnya.

Dikatakan Nasirwan, kejadian itu terjadi pada Minggu (14/3/2021) sekitar pukul 21.15 WIB, di Nagari Kayu Tanam, Kecamatan 2X11 Kayu Tanam, Padang Pariaman.

"Usai menyenggol sepeda motor, selanjutnya korban diteriaki maling oleh masyarakat," katanya.

Jadi, mendengar hal tersebut korban melarikan diri. Namun mobil korban berhasil dihentikan oleh warga, sehingga kedua korban dihakimi oleh massa.

"Akibatnya kedua korban mengalami luka lebam dan robek pada bagian wajah dan kepala," katanya.

Nasirwan mengatakan, dua orang yang menjadi korban yaitu, Riki Ari Nofrizal (38) warga Jorong Kapeh Panji, Kelurahan Taluak IV Suku, Kecamatan Banu Hampu, Agam.

Kemudian, Mohammad Syahri (33) bekerja sebagai teknisi CCTV yang merupakan warga Jorong Kayu Jao, Kelurahan Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Solok.

"Setelah kejadian itu, korban atas nama Riki Ari Nofrizal meninggal dunia di RSUP M.Djamil Padang. Sedangkan korban atas nama Mohammad Syahri saat ini dalam kondisi kritis," ungkapnya.

(per/nod)

Berita Terkait

Baca Juga