Viral, Warga Binaan di Lapas Klas IIB Pariaman Main Tik Tok, Ini Kata Kalapas!

Covesia.com – Video warga binaan Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Klas IIB Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), di sebuah aplikasi tik tok viral di media sosial.

Kepala Lapas Klas IIB Pariaman, Eddy Junaedi menyebutkan, pelaku dalam video itu sudah lama diberikan sanksi.

“Itu video sudah lama, bahkan pelaku pembuat video tik tok itu dan napi yang ada di dalam video, bahkan sudah kami proses,” sebut Kepala Lapas Klas IIB Pariaman, Eddy Junaedi, pada Selasa (30/3/2021).

Baca: Vidio Warga Binaan Buat Konten Tik Tok di Lapas Klas IIB Pariaman Viral di Medsos

Lanjut Eddy, bukan hanya sanksi, bahkan seorang napi yang ada dalam video itu sudah ada yang dipindah ke Lapas lain. Namun, pemindahan itu bukan karena video tersebut.

Dikatakan Eddy, sedangkan untuk handphone yang digunakan membuat konten tik tok itu, sudah lama dimusnahkan pihaknya bersama barang bukti lainnya.

“Ternyata dalam handphone yang kami musnahkan pada beberapa bulan yang lalu itu, ada video tik tok tersebut di dalamnya. Hanya saja kami tidak tahu bahwa ada konten tersebut,” katanya.

Eddy mengatakan, pihaknya akan terus melakukan peningkatan keamanan di Lapas Klas BII Pariaman, dari barang-barang yang dilarang, yakni dengan melakukan razia rutin di setiap minggunya.

Sebelumnya diketahui, dalam sebuah video yang beredar di media sosial direkam melalui aplikasi tik tok, terlihat empat warga binaan perempuan berjoget dengan satu orang warga binaan pria, di Lapas Pariaman.

Video itu pertama tersebar di Facebook, dengan nama akun Karantina Pariaman, yang diunggah pada Selasa (23/3/2021). Ada sekitar tiga video tik tok yang isi kontennya memperlihatkan warga binaan sedang asik bergoyang.

Terkait hal itu, Kepala Lapas Klas IIB Pariaman, Eddy Junaedi, membenarkan kejadian itu. Bahwa katanya kasus itu sudah ditangani oleh pihak lapas, jauh sebelum video tersebut tersebar.

“Pembuatan video tik tok itu sudah lama, dan narapidana yang terlibat dalam video tersebut sudah kami beri sanksi, yang artinya sudah kami proses,” sebut Eddy.

(pri)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password