Rakorda Gerindra di Bukittinggi, Kader Diminta Bekerja Keras Dukung Prabowo jadi Presiden 2024

Covesia.com – DPD Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Sumbar menggelar rapat konsolidasi dan koordinasi daerah (Rakorda), di Kota Bukittinggi Rabu (7/4/2021) malam yang turut dihadiri Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Gerindra Ahmad Muzani dan Ketua DPD Gerindra Sumbar Andre Rosiade.

Ketua DPD Gerindra Sumbar Andre Rosiade mengatakan, kehadiran Sekjen yang rutin dan berkala, menunjukkan DPP Gerindra sangat memperhatikan Gerindra Sumbar. Tahun lalu sebelum Covid-19 juga hadir saat ulang tahun ke-12 Gerindra.

“Kami minta semua pengurus mempersiapkan persyaratan verifikasi partai. Selanjutnya, koordinasi Fraksi DPRD Kabupaten/Kota harus terus berlanjut jangan sampai beda pendapat. Teruslah fraksi berkoordinasi dengan DPC. Kami tidak ingin mendengar ada yang ribut-ribut dan akan menindak tegas yang melanggar,” katanya.

Andre mengajak semua kader bekerja keras memenangkan Partai Gerindra. “Kita akan bekerja keras kembali mendukung pak Prabowo Subianto menjadi Presiden 2024. Bekerja keras bukan hanya berteriak-teriak, tapi turun ke masyarakat membantu mereka yang sedang kesusahan,” ungkap Anggota Komisi VI DPR RI itu.

Andre juga melaporkan kegiatannya yang terus membawa kepala daerah di Sumbar bertemu dengan para Menteri di Jakarta. Pada tanggal 12 April 2021 ada 12 Bupati/Wako se-Sumbar bertemu Menteri Koperasi UMKM, Menteri Pariwisata dan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) yang juga membawa kedua Dirjen di Kementerian PUPR, termasuk pembangunan fly over di Padang Luar, Agam.

Ia menyebut Partai Gerindra punya visi yang jelas membangun Sumbar dengan menggelontorkan dana APBN ke Sumbar.

Sementara itu, Sekjen Gerindra Ahmad Muzani meminta semua melihat sejarah politik Indonesia modern, terutama setelah reformasi. Tahun 1999 yang menang PDIP, tapi yang menang Pilpres Gusdur PKB. 2004 menang Golkar yang jadi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. 2009 Demokrat menang dan Presiden SBY. 2014 dan 2019 pemenang PDIP dan pemenang Pilpres Jokowi dari PDI P.

“Kita melihat pergantian pemenang Pileg dan Pilpres. Di sejumlah daerah Pak Prabowo menang tapi Legislatif bukan Gerindra. Tapi di Sumbar, pemenangnya Gerindra dan Prabowo di 2019. Kita tidak ingin kejadian itu terulang di masa depan, apalagi di Sumbar ada Kabupaten/Kota yang Prabowo menang, tapi legislatif tak menang,” terangnya.

Di Sumbar, katanya, juga berubah-ubah. Tahun 1999 pemenang PAN, 2004 Golkar, 2009 Demokrat, 2014 Golkar dan 2019 Gerindra. Intinya, partai akan menang jika kerja nyata, karena Gerindra bukan partai musiman, yang datang hanya saat Pemilu dan Pilkada.

“Partai yang kuat adalah partai yang didukung rakyat. Inilah waktunya membantu rakyat, karena wabah Covid-19 yang menyebabkan daya hidupnya turun. Ini waktunya wakil rakyat dan kader berbuat,” katanya.

Kalau tidak membantu rakyat, katanya, bukan di Gerindra tempatnya. Karena Partai ini dirancang dan didirikan Prabowo untuk menjadi penyelamat dan solusi rakyat. “Rakyat saat ini membutuhkan kita, minimal kita mendengarkan. Bantulah dan dukung rakyat, dan dengar jeritan hati rakyat. Partai ini akan menjadi besar dan bertahan jika bersama-sama membuka pintu dan telinga, HP membaca dan mendengar keluhan rakyat,” sebutnya.

(deb)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password