Trauma, Dua Petinju Putri Absen Dilaga Final Porprov

Samarinda – Dua petinju putri Kabupaten Panajam Paser Utara, Kalimantan Timur Ade Irma kelas 51 kg dan Julia Riski Alfidianti kelas 57 kg absen mengikuti laga final cabang tinju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V, karena trauma dengan kejadian pengeroyokan rekannya.

Kedua petinju tersebut terpaksa hanya meraih medali perak, meskipun tidak ikut dalam pertandingan final tinju putri yang dilaksanakan di Gedung KNPI Kaltim di Jalan Wahab Syahranie, Samarinda, Selasa.

Menurut Pelatih tim tinju Penajam Paser Utara Wasis Aribowo, ketidakhadiran petinjunya dilaga final memang atas pertimbangan tim pelatih dan official tinju Penajam Paser Utara.

“Mereka ketakutan semalaman, setelah kasus pengeroyokan, sampai-sampai mereka tidak bisa tidur, karena khawatir terjadi apa-apa, makanya keduanya absen di laga final,” kata Wasis.

Dia mengatakan saat kejadian pengeroyokan petinju Penajam Paser Utara kelas 75kg putra M Rhamdan, Senin malam (10/11) semua petinju dan Official tim ikut di arena pertandingan, termasuk kedua petinju putri tersebut.

“Keduanya memang masih belum dewasa, sehingga wajar mereka ketakutan, dan tidak bisa istirahat meskipun besoknya ada jadwal pertandingan final,” ujarnya.

Dengan absennya dua petinju tersebut, diakui Wasis memang cukup merugikan tim tinju Penajam Paser Utara dalam mengejar target prestasi di Porprov V ini, karena peluang untuk mendapatkan dua medali emas harus sirna, karena kejadian yang tidak diduga sebelumnya.

Pertandingan tinju Porprov V, digedung KNPI Samarinda memang sempat terhenti beberapa partai, setelah insiden pengeroyokan petinju Penajam Paser Utara M Rhamdan, Senin malam.

Namun esoknya, Selasa (11/11) sore, pertandingan tinju Porprov tersebut kembali dilanjutkan dan telah menyelesaikan lima partai final yang semunya memperbandingkan kelas putri. (ant/gyi)

0 Comments

Leave a Comment

5 × two =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password