1 Ramadan 1442 H jatuh pada Selasa 14 April 2021, Menag: Dengan Berkah Ramadan Semoga Pandemi Segera Berlalu

Menteri Agama Yaqut Cholil. Dok: Kemenag RI

Covesia.com – Pemerintah melalui Kementerian Agama telah menetapkan 1 Ramadhan 1442 Hijriah jatuh pada Selasa 13 April 2021. Keputusan tersebut setelah melalui sidang isbat yang berlangsung di kantor Kementerian Agama dan melalui video video conference, Jakarta Pusat, Senin (12/4/2021) malam.

“Tanpa ada perbedaan, kami bersepakat kami menetapkan 1 Ramadan jatuh pada tanggal 13 April 2021 Selasa besok,” ujar Menteri Agama Yaqut Cholil dalam kanal youtube Kementerian Agama, Senin (12/4/2021).

Umat Islam, kata Menag, sudah bisa melaksanakan salat tarawih mulai malam ini.

“Malam ini sudah bisa tarawih. Subuh sudah mulai ibadah puasa,” kata Yaqut.

Dia juga mengingatkan seluruh masyarakat agar tetap menjaga dan menerapkan protokol kesehatan selama Ramadhan. Ini dikarenakan masih di tengah pandemi Covid-19.

“Ramadhan tahun ini masih dalam situasi pandemi. Segala bentuk aktivitas ibadah selama Ramadhan harus tetap menerapkan protokol kesehatan dan 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas),” ujar Yaqut, seperti dilansir Suara.com, jaringan Covesia.com.

Yaqut menuturkan, kedisiplinan merupakan bentuk pengendalian nafsu sebagaimana yang diajarkan oleh spirit Ramadan. Ia berharap dengan keberkahan Ramadhan, pandemi segera berakhir.

“Kedisiplinan dalam penerapan prokes juga menjadi ikhtiar bersama untuk menjaga kesehatan diri, keluarga, dan juga masyarakat. Dengan keberkahan Ramadan, semoga pandemi Covid-19 ini segera berlalu,” kata dia.

Sebelumnya Yaqut telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) nomor 4 tahun 2021 tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442H/2021M.

“Panduan ini tidak berlaku bagi mereka yang berada di Zona Oranye dan Zona Merah. Bagi mereka yang berada di zona itu, harap beribadah di rumah saja,” tutur Yaqut.

“Sedangkan bagi mereka yang berada di Zona Kuning dan Zona Hijau silakan melaksanakan ibadah tarawih di masjid atau musala tapi tetap dengan menerapkan protokol kesehatan,” ucanya.

Yaqut juga menyampaikan, Ramadan adalah bulan istimewa.

Mereka yang mencintai kebaikan, lanjut Yaqut, diseru untuk bergembira, memanfaatkan berjuta keistimewaan yang ada di dalamnya

“Sebaliknya, mereka yang masih suka berbuat kejahatan dan keburukan, diseru untuk berhenti dan introspeksi diri. Ramadan adalah kesempataan untuk menata diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi,” tutur dia.

Yaqut juga mengajak umat untuk menjadikan bulan suci Ramadan sebagai momentum pendidikan jiwa agar menjadi umat beragama yang memiliki tepo sliro atas berbagai perbedaan dan memuliakan sesama untuk Indonesia yang lebih baik.

“Marhaban Ya Ramadlan. Selamat menunaikan ibadah puasa. Taqabbalallahu minna waminkum, shiyamana wa shiiyamakum. Semoga Allah menerima ibadah puasa, dan mengabulkan segala do’a kita,” katanya.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password