Konflik Satwa Kembali Terjadi di Matur Agam, Dua Kerbau Dilaporkan Diserang Harimau

Ilustrasi - penemuan jejak harimau di Nagari Tigo Balai Maret 2021 lalu. Sumber: istimewa

Covesia.com – Konflik satwa Harimau Sumatra (Panthera Tigris Sumatrae) dengan hewan ternak kembali dilaporkan terjadi di Nagari Tigo Balai, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Provinsj Sumbar.

Kali ini dua ekor kerbau milik warga Cubadak Lilin dan Sari Bulan, dilaporkan mendapat luka serangan yang diduga kuat merupakan bekas terkaman harimau sumatra dan satu ekornya dilaporkan mati.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Resor Agam, Ade Putra, mengatakan, kasus serangan hewan buas ini terjadi pada Kamis (15/4/2021). Untuk kerbau yang mati merupakan milik Datuak Bagindo (50) warga Jorong Sari Bulan, sedangkan kerbau luka milik Rajo Bentan (50) warga Jorong Cubadak Lilin.

Sebelumnya kasus yang sama juga pernah dilaporkan terjadi di daerah setempat pada maret 2021 lalu yaitunya kepada 4 ekor kerbau.

Kami kembali mendapat informasi adanya serangan hewan buas jenis harimau sumatra. Secepatnya akan melakukan identifikasi ke lapangan,” ujarnya.

Guna mengantisipasi terjadinya peristiwa serupa, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak melepasliarkan kerbau di kebun dan mengandangkannya di sekitar pemukiman.

Selain itu BKSDA juga berharap kepada warga sekitar untuk tidak pergi dulu ke hutan sementara waktu hingga situasi aman kembali.

“Kita akan memantau apakah harimau tersebut masih berada di sekitar perkebunan atau sudah kembali ke habitat. Untuk sementara waktu kita minta masyarakat waspada,” tutupnya.

(jhn)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password