Penganiaya Perawat di Palembang Minta Maaf, Polisi Pastikan Proses Jalan Terus

Jason Tjakrawinata mengenakan baju tahanan oranye dengan tangan diborgol. (Prima Syahbana/detikcom)

Covesia.com – Permintaan maaf Jason Tjakrawinata alias JT (38) karena menganiaya perawat RS Siloam Sriwijaya, Palembang, Christina Ramauli Simatupang (28), tidak mengubah apa-apa. Polisi memastikan tetap melanjutkan proses hukum kasus penganiayaan yang dilakukan Jason.
“(Proses hukum) tetap lanjut. Pelapor belum mencabut laporan. Jadi kita masih lanjut,” ujar Kapolrestabes Palembang Kombes Irvan Prawira kepada wartawan saat dihubungi, Minggu (18/4/2021).

Irvan mengungkapkan kondisi Jason saat menganiaya perawat RS Siloam Palembang. Dia menyebut Jason tidak dalam kondisi mabuk saat melakukan penganiayaan ke Christina.

“Sejauh ini yang bersangkutan (Jason) dalam kondisi kesadaran penuh (saat melakukan penganiayaan). Namun (dengan) emosi yang tidak terkontrol,” ungkap Irvan yang dilansir detik.com.


Seperti diketahui, polisi telah menetapkan Jason Tjakrawinata sebagai tersangka kasus penganiayaan perawat RS Siloam Sriwijaya, Palembang. Jason mendekap di sel tahanan Polrestabes Palembang.

Jason dijerat dengagn Pasal 351 KUHPidana dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan penjara. Selain itu, Jason dijerat dengan pasal perusakan karena merusak ponsel milik perawat inisial AR yang pada saat kejadian merekam aksi keributan tersebut.


Jason Tjakrawinata telah mengakui perbuatannya dan meminta maaf. Dia mengaku menganiaya perawat tersebut karena emosi sesaat.

“Mendengar anak saya menangis pada saat hendak pulang dari RS Siloam, saya emosional hingga nekat mendatangi perawat tersebut di RS tersebut,” kata Jason di Mapolrestabes Palembang, Sabtu (17/4).

“Anak saya sudah empat hari dirawat di sana dan saya harus bolak-balik untuk menjenguknya. Mendengar infus anak saya dilepas hingga anak saya menangis, saya tidak terima,” sambungnya.

Sambil menundukkan kepala dengan terbata-bata, Jason menyesali perbuatannya. Dia meminta maaf kepada korban dan pihak RS Siloam.

“Saya emosi sesaat dan saya menyesali perbuatan saya. Saya benar-benar minta maaf kepada korban dan pihak RS Siloam,” jelasnya.
(dtc)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password