Kontroversi JPZ si Penghina Nabi: Buron, ”Preman Berjubah Pendeta,” hingga Tak Perlu Diproses Hukum

Jozeph Paul Zhang

Covesia.com – Jozeph Paul Zhang telah ditetapkan Bareskrim Polri sebagai tersangka kasus penistaan agama setelah mengeluarkan pernyataan mengaku nabi ke-26 dan menghina Nabi Muhammad. Bareskrim Polri menggandeng Interpol untuk memburu Jozeph Paul Zheng yang diketahui berada di luar negeri. Ulah Jozeph Paul Zhang kembali mengherankan publik.

Sebabnya, meski sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dicari polisi, pria bernama asli Shindy Paul Soerjomoelyono masih tampak santai. Ia bahkan masih bisa tampil live streaming di kanal YouTube Hagios Eropa. Padahal akun YouTube pribadinya sudah diblokir karena dianggap melanggar UU ITE seusai melontarkan pernyataan provokatif.

Baca juga: Fakta-fakta Jozeph Paul Zhang, Tersangka Penista Agama yang Mengaku Nabi ke-26

Atas tindakan JPZ, Pendeta Gilbert meminta maaf kepada umat Islam. Dengan kerendahan hati Pendeta Gilbert Lumoindong minta maaf ke umat muslim.

“Saya mewakili para pendeta meminta maaf ke umat muslim yang tersakiti dan terlukai dan betul-betul terobek hatinya karena apa yang dibuat oleh beliau,” kata Pendeta Gilbert Lumoindong dalam di Akun YouTubenya, Rabu (21/4/2021).

Pendeta Gilbert Lumoindong menilai pengakuan Jozeph Paul Zhang nabi ke-26 sangat aneh. Pengakuan Jozeph Paul Zhang nabi ke-26 di luar Kekristenan.

JPZ Preman Berjubah Pendeta

Pendeta Gilbert Lumoindong menilai Jozeph Paul Zhang sebagai preman berjubah pendeta atas penistaan agama yang sudah terjadi. Menurutnya, aksi JPZ tidak mencerminkan kekristenan. Bahkan dia telah menyalahi aturan Kristen dan menyakiti umat agama lain.

“Ini lah ciri preman berjubah pendeta. Saya sangat menyesali,” kata Pendeta Gilbert Lumoindong dalam di Akun YouTubenya, Gilbert Lumoindong, Rabu (21/4/2021).

Pendeta Gilbert Lumoindong menjelaskan ujaran kebencian Jozeph Paul Zhang sangat menyakitkan untuk umat Kristen. Sampai kini Pendeta Gilbert belum megetahui pasti status Jozeph Paul Zhang.

“Di Sisi Lain

Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pendeta Gomar Gultom meminta tidak perlu ada tindakan hukum atas perbuatan Jozeph Paul Zhang, meski JPZ secara terang-terangan telah menghina Nabi Muhammad.

Menurutnya, cara menanggapi hinaan yang dilontarkan JPZ adalah dengan tidak menanggapinya. Jika ditanggapi serius, katanya, sosok JPZ akan muncul lagi karena mendapat perhatian.

“Menurut saya, yang beginian ini tak usah diberi perhatian. Semakin ditanggapi dia akan semakin mendapat tempat di medsos. Abaikan saja,” ujarnya.

Pendeta Gomar melanjutkan bahwa umat Kristen sendiri sudah kenyang dihina dan dipermainkan. Namun, menurutnya, hal seperti itu harus ditanggapi santai sebagai bentuk kedewasan warga.

“Santai saja. Kalau sedikit-sedikit menanggapi yang beginian secara serius dan langsung memprosesnya sebagai penodaan agama, kapan kita dewasanya?” katanya.

Menurutnya lagi, hal yang paling penting sekarang ini adalah setiap pemeluk agama mendapat penggembalaan dan pengajaran yang lebih baik dari para pemimpinnya.

Hal itu agar masyarakat tidak mudah dipengaruhi oleh orang-orang yang memiliki motif tertentu.

“Agar tidak mudah diombang-ambingkan oleh pengajar-pengajar yang aneh, yang dari waktu ke waktu bermunculan dengan rupa-rupa motif dan tujuan,” pungkasnya. (Suara)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password