Sumbar Berada di Zona Merah, Terjadi Penambahan 2.406 Kasus Minggu ini

Sumbar Berada di Zona Merah Terjadi Penambahan 2406 Kasus Minggu ini

Covesia.com - Status zonasi Sumatera Barat berada di zona merah atau beresiko tinggi. Sebelumnya Sumbar berada di zona orange atau sedang. Hal tersebut dipengaruhi berbagi faktor salah satunya tingginya pertambahan jumlah kasus.

"Sampai minggu ke 69, warga Sumbar yang telah terinfeksi Covid-19 adalah 52.691. Bertambah 2.406 orang dari minggu sebelumnya pada angka 50.285 orang. Ini merupakan rekor tertinggi pertambahan mingguan sejak pandemi covid-19 di Sumbar," ungkap Jubir Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal, Minggu (4/7/2021).

Tak hanya penambahan jumlah kasus Recovery Rate (tingkat kesembuhan) 90,66% yang menurun juga menyebabkan Sumbar berada di zona merah. Penurunan jumlah pasien sembuh dari minggu sebelumnya pada angka 91,98% atau sembuh sebanyak 47.771 dari 50.285 orang yang terinfeksi covid-19.

Jasman juga menyebutkan hingga saat ini warga sumbar yang dinyatakan meninggal dunia akibat Covid-19 sudah berada di angka 1.208 orang (2.29) persen

Sementara untuk kasus aktif minggu ini sebanyak 3.712 orang (7,04%) naik dari minggu sebelumnya. Minggu sebelumnya kasus aktif berada pada angka 2.876.

"Presentase kasus covid-19 yang dirawat di RS Rujukan (hunian rumah sakit) menurun dari 21,28%. Isolasi Mandiri mengalami peningkatan. Minggu sebelumnya 71,45%, maka pada minggu ini persentasenya pada angka 76.05% (2.823 dari 3.712 orang), meningkat 889 orang dari minggu sebelumnya," jelasnya.

Hal tersebut menurut Jasman menunjukkan banyaknya kasus OTG di tengah-tengah masyarakat.

Menanggapi hal itu Jasman berharap satgas Kabupaten Kota lebih intensif lagi memberlakukan tracking dan tracing masif terhadap masyarakat potensial terpapar covid-19.

"Yang terpenting segera dilakukan adalah pendirian rumah isolasi oleh masing-masing Kabupaten Kota, peningkatan vaksinasi dan lain-lain," harapnya.

Kemudian Satgas Kabupaten Kota diminta secara rutin dan berkala melakukan razia dan penindakan pelanggaran protokol kesehatan baik kepada perorangan maupun perusahaan dan institusi yang telah diatur dalam Perda Provinsi Sumatera Barat Nomor 6 tahun 2020.

"Satgas Kabupaten Kota diharapkan dapat melakukan berbagai inovasi yang berlandaskan kearifan lokal (local wisdom) dalam memutus mata rantai penyebaran covid-19. Seperti adanya Nagari Tageh atau Kongsi Covid," tukasnya.

(ila)

Berita Terkait

Baca Juga