Polda Kepri Telusuri Asal Senpi Perampok Emas

Batam – Kapolda Kepulauan Riau Brigjen Pol Arman Depari menyatakan terus menelusuri asal-usul tiga senjata api rakitan yang digunakan lima perampok Toko Emas Emeral di Kota Batam pada 29 Oktober 2014.

“Kami masih menelusuri asal-usul dua senjata api rakitan jenis revolver, dan satu jenis FN yang digunakan lima perampok saat beraksi di Toko Emas Emeral dan berhasil membawa kabur lebih dari 2,5 kilogram emas,” kata dia di Batam, Selasa (11/11/2014) kepada antara yang dirilis covesia.com.

Ia mengatakan, sudah memintai keterangan empat pelaku yang sudah diamankan dan ditahan di Polresta Barelang. Sementara satu pelaku lain ditembak mati karena menyerang petugas saat penyergapan di Jambi.

“Hingga kini belum diketahui persis dari mana pelaku mendapatkan tiga senjata dengan 21 amnunisi tersebut. Namun jelas bahwa itu merupakan senjata rakitan,” kata Arman.

Pasca kejadian penangkapan pelaku perampokan, Kapolda Kepri mengatakan akan melakukan razia terhadap kemungkinan beredarnya senjata-senjata sejenis di masyarakat.

“Kami akan lakukan razia agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Tentu kejadian perampokan dengan menggunakan senjata api tersebut membuat masyarakat resah,” kata dia.

Selasa siang di Polresta Barelang Kota Batam, Kapolda Kepulauan Riau menggelar ekspos terhadap keberhasilan pengungkapan perampok toko emas di Batam.

Dalam penangkapan di Kuala Tungkal, Jambi, polisi mengamankan empat pelaku dan satu orang lain tertembak mati. Polisi juga berhasil menemukan sekitar 2,5 kilogram emas hasil curian.

Polisi juga menyita tiga senjata api rakitan, dua bilah pisau, lima telepon genggam yang digunakan pelaku merampok.

“Emasnya belum sempat dijual. Namun kami akan singkronkan dengan data pihak toko mengenai jumlah yang hilang dibawa kabur kawanan perampok yang sudah tertangkap ini,” kata Arman. (ant/gyi)

0 Comments

Leave a Comment

eleven + eighteen =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password