Puing Istana Surosowan Bukti Perlawanan Masyarakat Banten

Serang – Puing Istana Surosowan di kawasan Banten Lama kota Serang yang sampai saat ini dibiarkan berserakan menjadi bukti perlawanan masyarakat Banten terhadap penjajah Belanda.

“Ini menjadi bukti bagi generasi sekarang pengorbanan dan perjuangan para pendahulu dalam menghadapi penjajahan, meskipun berakibat hancurnya seluruh harta benda,” kata tokoh masyarakat Banten, Nasrudin yang juga merupakan kuncen makam Patih Purbanegara di Serang, Selasa (11/11/2014).

Sosok Sultan Maulana Hasanuddin tidak dapat dipisahkan dari sejarah Banten. Sebagai Sultan penyebar agama Islam di Banten ia berhasil menjadikan Banten sebagai kerajaan Islam di Indonesia pada masa kerajaan.

Namun saat VOC (Belanda) masuk kerajaan Banten, Sultan Hasanuddin tidak bersedia tunduk bahkan melakukan perlawan.

Maka pada tahun 1813 pecah perang antara Kerajaan Banten dan VOC, kalah persenjataan kerajaan dihancur leburkan.

Meskipun kerajaan Banten hancur namun perlawanan dari kerajaan yang didukung masyarakat terus berlangsung sampai akhirnya Sultan Hasanuddin wafat pada usia 80 tahun.

Berkat perjuangan Sultan Maulana Hasanuddin, masyarakat di Banten kini mayoritas menganut agama Islam. Oleh karenanya, banyak masyarakat yang melakukan ziarah ke makam Sultan berdoa untuk mengenang jasanya sebagai sultan pertama kerajaan Banten tersebut.

Selain itu, puing-puing reruntuhan kerajaan harus dijaga baik-baik karena itu merupakan aset paling berharga sebagai sebuah sejarah Banten di masa lalu.

Hasanuddin merupakan anak dari Syarif Hidayatullah yang berasal dari Cirebon atau biasa dikenal dengan nama Sunan Gunung Jati. Sebelum Sultan Maulana Hasanuddin datang, masyarakat di Banten masih belum menganut agama Islam.

Nasarudin menjelaskan, Ki Mas Jong, merupakan santri Sultan Maulana Hasanuddin dan juga merupakan orang pertama di Banten yang masuk kedalam agama Islam, kini namanya diabadikan sebagai salah satu jalan di Prov Banten.

Berbicara tentang perjuangan Sultan Maulana Hasanuddin dalam menyebarkan agama Islam, ada kendala yang ia hadapi.

Keinginan Sultan Maulana Hasanuddin dalam menyebarkan agama islam di Banten terhalang oleh Raja Pucuk Umun yang saat itu menjadi penguasa di Banten.

Keinginan Sultan Maulana Hasanuddin dalam menyebarkan agama islam di Banten membuat kondisi antara Sultan dengan Pucuk Umun bersitegang. Keduanya melakukan adu ayam jago.

Sultan Hasanuddin menjadi pemenang dan berhasil menyebarkan agama Islam di Banten, dan juga menjabat sebagai Sultan Pertama di Banten. Pada saat Banten dipimpin oleh Sultan Maulana Hasanuddin, Banten mencapai titik kejayaan. (ant/gyi)

0 Comments

Leave a Comment

four + eighteen =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password