April 2021 Padang Deflasi 0,05 Persen, Bukittinggi Inflasi 0,19 Persen

Covesia.com – Kepala BPS Sumatera Barat Herum Fajarwati mengungkapkan pada April 2021 Kota Padang mengalami deflasi sebesar 0,05 persen. Sementara, Kota Bukittinggi mengalami inflasi sebesar 0,19 persen.

“Sumatera Barat (gabungan 2 kota) mengalami deflasi sebesar 0,01 persen atau terjadi penurunan IHK dari 105,38 pada bulan Maret 2021 menjadi 105,37 pada bulan April 2021,” ungkap Herum di Padang, ditulis Selasa (4/5/2021).

Lebih lanjut dikatakan Herum tahun kalender Sumatera Barat (gabungan 2 kota) April 2021 mengalami inflasi sebesar 0,05 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun sebesar 2,19 persen. Angka ini terbentuk dari gabungan 2 kota IHK di Sumatera Barat, yaitu Kota Padang dan Kota Bukittinggi.

“Pada bulan April 2021, Kota Padang mengalami deflasi sebesar 0,05 persen atau terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105,39 pada bulan Maret 2021 menjadi 105,34 pada bulan April 2021,” jelasnya.

Sedangkan di Kota Bukittinggi terjadi inflasi sebesar 0,19 persen atau terjadi kenaikan IHK dari 105,34 pada bulan Maret 2021 menjadi 105,54 pada bulan April 2021

Sementara itu untuk nilai ekspor yang berasal dari Provinsi Sumatera Barat bulan Maret 2021 mencapai US$238,87 juta, terjadi peningkatan sebesar 21,14 persen dibanding ekspor bulan Februari 2021.

Lemak dan minyak hewan/nabati menjadi golongan barang ekspor yang paling besar pada bulan Maret 2021 yakni US$188,65 juta. Ekspor ke negara Pakistan memberikan peranan sebesar 18,86 persen terhadap total ekspor asal Sumatera Barat pada Januari-Maret 2021.

Kemudian Nilai impor Sumatera Barat bulan Maret 2021 mencapai US$29,01 juta, terjadi penurunan sebesar 27,50 persen dibanding impor bulan Februari 2021. Golongan barang impor pada bulan Maret 2021 paling besar adalah bahan bakar mineral sebesar US$24,62 juta dan pupuk sebesar US$2,93 juta.

Herum juga menjelaskan untuk Nilai Tukar Petani (NTP) Sumbar pada bulan April 2021 tercatat sebesar 105,58 atau naik 0,01 persen dibanding bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 105,57 (Maret 2021).

“Indeks harga yang diterima petani (It) mengalami peningkatan sebesar 0,20 persen dan indeks harga yang dibayar petani (Ib) mengalami peningkatan sebesar 0,18 persen,”imbuhnya.

Pada April 2021 NTP masing-masing subsektor tercatat sebesar 95,08 untuk subsektor tanaman pangan (NTPP), 101,90 untuk subsektor hortikultura (NTPH), 121,47 untuk subsektor tanaman perkebunan rakyat (NTPR), 102,52 untuk subsektor peternakan (NTPT), dan 93,25 untuk subsektor perikanan (NTPN).

Subsektor perikanan terbagi menjadi dua, yaitu subsektor perikanan tangkap dan perikanan budidaya dengan NTP masing-masing sebesar 99,90 dan 88,20.

Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Sumbar April 2021 sebesar 107,31 atau turun 0,04 persen dibandingkan NTUP bulan sebelumnya.

Pada bulan April 2021 rata-rata harga gabah kualitas GKP di tingkat petani mengalami penurunan sebesar 2,68 persen dari Rp 5.175,71 per kg (Maret 2021) menjadi Rp 5.037,11 per kg (April 2021), dan di tingkat penggilingan mengalami penurunan sebesar 2,46 persen dari Rp 5.303,72 per kg (Maret 2021) menjadi Rp 5.173,01 per kg (April).

Tidak hanya itu, Herum juga menyebutkan bahwa di bulan Maret tidak ada wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Sumbar melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM).

Namun, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Sumbar di bulan Maret 2021 mencapai rata-rata 42,02 persen; mengalami peningkatan 5,98 poin dibanding TPK bulan Februari 2021 sebesar 36,04 persen.

(ila)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password