Mutasi Virus Corona Asal Inggris, India dan Afsel Telah Masuk Indonesia, Meskes: Jangan Kendor Disiplin Prokes

Meskes Budi Gunadi Sadikin

Covesia.com – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengingatkan seluruh masyarakat untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan di setiap saat sebagai upaya untuk mencegah penularan virus corona Covid-19.

Hal itu dikatakan Meskes seiring telah ditemukannya varian baru virus Covid-19 dari Inggris, India dan Afrika Selatan (Afsel).

Ada 16 kasus varian baru mutasi dari virus Covid-19 yang ditemukan di Indonesia, 13 kasus dari Inggris, India 2 kasus dan Afsel 1 kasus.

“Apapun virusnya, apapun mutasinya, kalau kita disiplin protokol kesehatannya (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak) insyaallah harusnya penularan tidak terjadi,” ujar Menkes dikutip laman Setkab, Selasa (4/5/2021).

Terkait ditemukannya varian baru tersebut, pemerintah terus mengintensifkan upaya 3T (testing, tracing, treatment) untuk mencegah penyebaran.

Hal ini dilakukan mengingat varian ini termasuk ke dalam kategori variant of concern atau mutasi yang mendapat perhatian khusus oleh Badan Kesehatan Dunia atau WHO karena tingkat penularan yang relatif lebih tinggi.

“Adalah tugas kita bersama untuk segera melakukan isolasi untuk yang terkena, disiplin melakukan testing dan tracing untuk kontak erat dari daerah sekitarnya,” ujarnya.

Menkes juga kembali mengingatkan semua komponen bangsa untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi pandemi ini meskipun terdapat tren penurunan kasus secara nasional.

“Tugas saya sebagai Menteri Kesehatan adalah terus mengingatkan agar kita harus selalu waspada, jangan sampai lengah, jangan terburu-buru mengendurkan protokol kesehatan,” tegasnya.

Dipaparkan Menkes, meskipun kurva penambahan kasus positif secara nasional mengalami menurun, masih terdapat kenaikan di beberapa provinsi, baik dari sisi kasus konfirmasi positif, jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit, maupun tingkat kematian.

Ini terjadi khususnya di beberapa provinsi di Sumatra, seperti Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Lampung, Sumatra Selatan, dan Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh.

“Kita juga lihat ada beberapa provinsi di Kalimantan seperti Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan karena banyak pekerja migran Indonesia yang kembali, di situ juga ada kenaikan,” paparnya.

Menkes pun menekankan perlunya dilakukan upaya untuk dapat mengendalikan laju kenaikan kurva kasus tersebut sedini mungkin.

“Walaupun kenaikan ini masih bisa kita kendalikan, tetapi tugas saya mengingatkan kepada teman-teman, karena kalau ada kenaikan selalu sifatnya eksponensial, sehingga akan sulit kita mengontrol. Lebih baik kita kontrol pada saat mereka naiknya baru sedikit,” pungkasnya.

(dnq)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password