Terkait Penyelewengan Anggaran Covid-19, Polda Sumbar Masih Menunggu Saksi Ahli dari BPK

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Satake Bayu (Foto: dok.Covesia)

Covesia.com – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat masih menunggu saksi ahli dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sumbar untuk mengungkap dugaan penyelewengan anggaran Covid-19 di APBD 2020.

Hal tersebut diungkapkan Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Satake Bayu, dikutip dari laman tribratanews, Jumat (7/5/2021).

Kombes Pol. Satake mengatakan bahwa kendala yang dihadapi penyidik kepolisian tinggal menunggu penjelasan saksi ahli dari BPK.

“Kami sudah menyurati mereka meminta saksi ahli untuk melengkapi pemeriksaan terhadap kasus ini namun belum ada balasan,” terang Perwira Menengah Polda Sumbar tersebut.

Satake menjelaskan, dalam pemeriksaan kasus penyelewengan anggaran Covid-19 ini, pihaknya telah melakukan pemeriksaan 14 orang, mulai dari Ketua dan Bendahara serta staf BPBD Sumbar, anggota DPRD Sumbar, perusahaan pengadaan handsanitizer dan lainnya.

“Setelah semua lengkap maka kita akan gelar perkara dan menentukan apakah memenuhi unsur pidana serta menetapkan tersangka,” jelasnya.

Sebelumnya Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sumbar menemukan transaksi yang dilakukan secara tunai pada belanja barang dan jasa senilai Rp49 miliar dalam rangka penanganan pandemi Covid-19 di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar

“Sesuai instruksi Gubernur Sumbar No.2/INST-2018 dinyatakan Kepala Satuan Perangkat Kerja harus melakukan pembayaran melalui mekanisme nontunai tanpa ada batasan nominal rupiah tertentu,” tutur Kepala BPK perwakilan Sumbar Yusnadewi.

Menurut dia, kendati tidak bisa serta merta dinyatakan ada kerugian negara namun yang perlu disorot adalah cara pembayaran kepada pihak ketiga yang dilakukan secara tunai sehingga berindikasi pada adanya penyalahgunaan kewenangan.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password