Rupiah Rabu Pagi Dibuka Menguat

Jakarta – Nilai tukar rupiah yang
ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi bergerak menguat
sebesar 22 poin menjadi Rp12.193 dibandingkan posisi sebelumnya Rp12.215
per dolar AS. “Setelah mengalami tekanan pada hari
sebelumnya (Selasa, 11/11/2014), mata uang rupiah bertahap kembali menguat
meski masih dalam kisaran yang sempit,” kata pengamat pasar uang Bank
Himpunan Saudara, Rully Nova di Jakarta, Rabu (12/11/2014).

Kendati
demikian, menurut Rully, potensi mata uang rupiah berbalik arah ke area
pelemahan cukup terbuka menyusul masih negatifnya fundamental ekonomi
Indonesia, pelaku pasar uang menanti kepastian realisasi kenaikan harga
bahan bakar minyak (BBM) agar ruang fiskal dalam APBN menjadi lebih
besar.

“Dengan ruang fiskal yang besar diharapkan dapat
mendorong pembangunan infrastruktur lebih cepat sehingga nantinya dapat
menunjang laju pertumbuhan ekonomi ke depan,” katanya. Di
sisi lain, lanjut Rully, kinerja ekspor Indonesia juga diperkirakan
masih rendah menyusul ekonomi global yang diperkirakan masih melambat
sehingga akan mengganggu perbaikan defist neraca perdagangan Indonesia.

Kepala Riset Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada
menambahkan bahwa kembali melemahnya laju mata uang yen Jepang setelah
langkah PM Jepang Shinzo Abe yang menunda rencana kenaikan pajak
penjualan dan lebih memfokuskan pada pemilu bulan depan dapat menjadi
katalis negatif bagi mata uang domestik.

“Kondisi itu dapat
dimanfaatkan oleh pelaku pasar untuk kembali masuk ke mata uang dolar AS
dan membuat apresiasi rupiah menjadi tertahan. Laju rupiah masih rentan
terhadap pembalikan arah,” kata Reza. (ant/cal)

0 Comments

Leave a Comment

two + two =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password