Tidak Berizin, Keberadaan Tambak Udang di Pessel Diduga Rusak Kawasan Cemara Pantai

Tambak udang diduga merusak lingkungan dan tidak memiliki izin di kawasan pantai Kampung Koto Baru, Nagari Sungai Tunu Barat, Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan. Sumber: istimewa

Covesia.com – Keberadaan tambak udang di Kampung Koto Baru, Nagari Sungai Tunu Barat, Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) diduga tidak memiliki izin. Praktik usaha itu diduga merusak kawasan cemara pantai.

Berdasarkan informasi yang diterima Covesia.com, Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Ranah Pesisir, Jamirus menyampaikan, keberadaan tambak udang tersebut diketahui sudah beroperasi sejak dua tahun belakangan.

“Memang lebih kurang 2 tahun belakangan ini tambak udang tersebut beroperasi di kawasan pantai Kampung Koto Baru,” katanya kepada Covesia.com, Selasa (25/5/2021).

Ia menerangkan, keberadaan tambang udang tersebut didirikan tepat berada di kawasan sempadan pantai Kampung Koto Baru. Keberadaan tambak juga memicu kepunahan cemara pantai di sekitar areal tambak.

“Sudah merusak sebagian cemara konservasi yang ditanam pemerintah. Dan kami beberapa kali sudah berupaya menemui pemilik tambak terkait kondisi ini. Namun, pemilik terkesan mengelak. Bahkan, untuk kondisi ini kami datang konfirmasi bersama Dinas Perikanan,” terangnya.

Seperti diketahui, cemara pantai merupakan salah satu pohon yang dapat meningkatkan agregasi tanah, dan dapat menahan abrasi pantai serta mampu memperlambat arus bencana alam seperti tsunami.

Kendati demikian, masyarakat setempat berharap, keberadaan tambak tersebut ditindaklanjuti oleh pihak yang berwenang.

“Selain diduga tidak memiliki izin. Aktivitasnya juga telah membuat kerusakan lingkungan dengan merusak pohon cemara yang sama-sama kita ketahui manfaatnya. Di lapangan, dilihat pohon cemara itu sengaja ditebang. Jadi kita harapkan ini diproses,” harap Jamirus.

Sementara itu, Camat Ranah Pesisir, Zul Arzil mengatakan, bahwa keberadaan tambak udang itu benar adanya dan aktivitasnya diketahui tidak memiliki izin.

“Memang ada tambak udang di pantai Kampung Koto Baru, dan tambak itu ada tiga dan ketiga-tiganya belum satupun menunjukkan perizinannya ke pihak kecamatan,” kata Camat.

Kemudian, katanya, soal kerusakan kawasan cemara pantai akibat tambak tersebut sudah berlangsung sejak lama.

“Bahkan, persoalan telah sampai kepada pengaduan ke polisi. Itu yang bermasalah sampai saat ini. Termasuk soal izinnya,” ucapnya.

Lanjutnya, terkait pemanfaatan sempadan pantai dan aktivitas merusak tanaman konservasi cemara laut itu hanya soal izin. Jika izin ada, maka tidak akan masalah.

“Sebenarnya, kalau memiliki izin tidak ada masalah. Tapi, tidak memiliki izin mau dibawa kemanapun tidak bisa,” tutupnya.

(idy)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password