Tolak Wacana ”Pajak Sembako,” Forum Pedagang Kecil Pasar Raya: Rakyat Kecil Teraniaya

Ketua Forum Pedagang Kecil Pasar Raya Padang, Ramli

Covesia.com – Pemerintah berwacana untuk mengenakan pajak untuk sembako. Terkait hal tersebut banyak orang berkomentar termasuk Ketua Forum Pedagang Kecil Pasar Raya Padang, Ramli.

“Saya kurang setuju kalau sembako dikenakan pajak. Sebab harganya murah, mau dibayar berapa pula pajaknya. Jika berlaku otomatis rakyat kecil yang paling teraniaya,” ungkap Ramli kepada Covesia.com saat ditemui di Pasar Raya Padang, Jumat (11/6/2021).

Ramli mengatakan, kemungkinan pedagang pasar akan menolak. Tapi, kalau pemerintah menetapkan kami pedagang terpaksa menerima. Sebab yang ambil kebijakan pemerintah.

“Tapi kalau sembako, 9 bahan pokok kena pajak nanti harga sembako dipastikan akan naik karena alasan pajak,” jelasnya.

Ia menambahkan, akan banyak pedagang yang tidak setuju karena memberatkan pedagang apalagi pembeli. “Selain harga pasti naik yang teraniaya, ya, rakyat kecil,” tegasnya.

Ini masa sulit, katanya, “Pasar Raya saja sudah lengang bahkan bisa disebut bukan Pasar Raya lagi karena pembeli sangat lengang. Sehabis lebaran pembeli nampak berkurang.”

Selain dampak pandemi, kata Ramli, faktor ekonomi juga menyebabkan pasar lengang. “Mereka tak ada uang ke pasar bagaimana, apalagi kalau dikenakan pajak,” jelasnya.

Setidaknya, kata dia, ada 200 lebih pedagang sandang dan pangan di Pasar Raya. Dia mewakili pedagang meminta pemerintah jangan sampai ada pajak untuk sembako.

“Atau sekurang-kurangnya jangan sekarang,” harapnya.

Menurutnya, kalau alasan pemerintah untuk menaikkan perekonomian ini tidak tepat. “Ini beban ekonomi bagi masyarakat. Bertambah uang keluar otomatis harga naik. Konsumen paling teraniaya, rakyat jelata yang akan terdampak,” ujarnya.

Dia berharap semoga pajak sembako hanya jadi wacana. “Karena ini masa sulit, nasib pedagang jangan dipersulit lagi,” tukasnya.

(ila/rdk)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password