- Advertisement -
HomeArchipellagoEmma Yohanna Sesalkan Ulah Guru di Padang Panjang yang Paksa Siswa Oral...

Emma Yohanna Sesalkan Ulah Guru di Padang Panjang yang Paksa Siswa Oral Seks

Covesia.com – Bundo Kanduang yang juga senator asal Sumatera Barat, Emma Yohanna sangat menyesalkan ulah oknum guru SMP yang berbuat cabul terhadap muridnya sendiri di salah satu sekolah swasta di Kota Padang Panjang.

“Sangat disesalkan ya, di tengah keseriusan Pemerintah dalam memaksimalkan pendidikan anak di masa pandemi Covid-19, ini malah berbuat cabul sama muridnya sendiri,” ungkap Emma Yohanna kepada Covesia.com, Selasa (15/6/2021) tadi.

Baca juga: Diduga Cabuli Muridnya, Oknum Guru di Padang Panjang Diamankan Polisi

Emma Yohanna menilai ulah oknum guru SMP itu, jelas mencoreng lembaga pendidikan yang diasuhnya yang notabenenya sebuah lembaga pendidikan Islam Terpadu.

“Kalau untuk tersangka tentu diminta agar diproses hukum di Polresta Padang Panjang. Jelas perbuatannya ini sangat-sangat melanggar. Apalagi lembaga pendidikannya itu sebuah pendidikan Islam Terpadu. Sikapnya itu jelas merusak,” tambah Emma.

Dari kasus ini, Emma meminta semua pihak meningkatkan pengawasan baik di lingkungan keluarga maupun lingkungan masyarakat agar kejadian serupa tak terulang.

“Terkadang memang banyak ditemui kasus seperti ini minim perhatian di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Ini memang sebuah penyakit yang harus diobati. Kalau ada gejala baik dari tingkah laku yang mengarah ke sana, perlu pendampingan dari psikolog,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, seorang guru SMP yang juga ketua Yayasan di Kota Padang Panjang yang berinisial S (33) diamankan Satres Polresta Padang Panjang dalam kasus Cabul.

Berdasarkan pemeriksaan, pelaku sempat meminta korban mengirimkan video yang menyorot alat kelamin. Korban sempat menolak dan bertanya soal tujuan pengiriman video tak senonoh tersebut.

Pelaku diduga mengalami penyimpangan seksual berupa menyukai sesama jenis. Tersangka melampiaskan ulah bejatnya kepada korban yang masih di bawah umur.

Namun, korban tidak kuasa saat disuruh tersangka datang ke asrama sekolah di Padang Panjang. Di kamar Wali Asrama, pelaku memaksa korban melakukan onani dan oral seks.

Saat ini, tersangka sudah diamankan di Mako Polres Padang Panjang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

(hri/rdk)

- Advertisement -


- Advertisement -
Pilihan Editor
- Advertisement -
Berita Terkait