- Advertisement -
HomeArchipellagoNelayan Hilang Tersapu Ombak Muara Surantih Pessel, Ditemukan Meninggal Dunia

Nelayan Hilang Tersapu Ombak Muara Surantih Pessel, Ditemukan Meninggal Dunia

Covesia.com – Roben (64) seorang nelayan yang hilang dihantam gelombang saat masuk Muara Surantih, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Informasi yang dihimpun Covesia.com di lapangan, korban ditemukan terapung di tengah laut oleh nelayan kapal tradisional (bagan) pada Selasa (17/6/2021) sekitar pukul 17.00 WIB.

“Anak bagan kapal yang sedang melaut menemukan korban terapung di tengah laut, lalu mengabarkan. Lalu diberitahukan ke tim pancarian,”sebut Dedi (34) pada Covesia.com di Muara Surantih atau di tempat lokasi pencarian korban.

Lihat juga: (VIDEO AMATIR) Detik-detik Nelayan Tenggelam Disapu Ombak di Pesisir Selatan

Saat ini tambah Dedi, korban sudah berhasil dievakuasi dan korban sudah dibawa ke Puskesmas Sutera. “Sekarang sudah dievakuasi, dan sudah dibawah ke Puskesmas untuk proses evakuasi,”ucapnya

Kemudian, tetangga korban Randi, yang berada di lokasi pencarian mengatakan, menurut keterangan korban dilihat dari baju yang dikenakan mayat yang ditemukan nelayan itu benar korban, Roben.

“Tadi kata keluarga dekatnya dilihat baju yang dikenakan memang benar itu korban Roben, dan tidak salah. Tapi, tim pencarian tetap membawa korban untuk dievakuasi,” singkatnya.

Sementara itu, Kasi Kedaruratan BPBD Pessel, Husnul Karim melalui anggotanya di lapangan membenarkan, bahwa korban telah ditemukan oleh nelayan bagan yang hendak pergi melaut. “Sekarang anggota sedang melakukan evakuasi dan dibawa ke Puskesmas Sutera,” singkatnya.

Sebelumnya, diberitakan Covesia.com, seorang nelayan bernama Roben warga Cimpu, Kenagarian Surantih dilaporkan hilang karena dihantam gelombang saat masuk muara di Pantai Muaro Surantih, Kecamatan Sutera.

Berdasarkan informasi dari nelayan setempat, Irwan (29) menyebutkan, perahu atau sampan boleng korban terbalik dihantam gelombang di pintu muara, ketika korban hendak masuk pulang dari melaut.

Seterusnya, diceritakan Irwan, sebelum korban hilang, para nelayan yang juga sama masuk kedalam muara sempat melihat perhu korban terbalik dan berusaha menolong korban. Tapi, korban tidak sempat terselamatkan karena dihantam gelombang lagi.

“Sempat diselamatkan oleh nelayan lain, dan juga sempat memegang tangan korban. Tapi, karena dihantam gelombang tangan korban terlepas dan korban hilang tidak terlihat lagi,”ucapnya.

Kemudian, saat ini para nelayan masih melakukan pencarian korban. Namun, sampai sekarang belum juga ditemukan.

“Sekarang para nelayan masih melakukan pencarian dengan menyisiri sekitaran pantai dekat muara. Tapi, belum ditemukan,”kata Irwan.

(idy/rdk)

- Advertisement -


- Advertisement -
Pilihan Editor
- Advertisement -
Berita Terkait