- Advertisement -
HomeHeadlinePolitisi PPP Kecam Bupati Solok Ngamuk di Puskesmas: Tegas Bukan Berarti Kasar!

Politisi PPP Kecam Bupati Solok Ngamuk di Puskesmas: Tegas Bukan Berarti Kasar!

Covesia.com-Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Kabupaten Solok, Sumatra Barat (Sumbar) mengecam sikap Bupati Epyardi Asda mengamuk di Puskesmas Tanjung Bingkung yang saat ini viral di media sosial. Menurut Dendi, tindakan Politisi PAN itu sangat memalukan.

Sebelumnya, Bupati Epyardi Asda mengamuk saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Puskesmas Tanjung Bingkung. Hal itu terlihat dalam sebuah video di akun youtube tv SUMBAR, yang diunggah pada Sabtu (12/6/2021) lalu.

Dalam video itu terlihat Epyardi Asda mengamuk karena mendapati layanan Unit Gawat Darurat (UGD) di puskesmas itu yang sudah tutup pada pukul 17.00 WIB. Adapun sidak tersebut dilakukan Epyardi karena ada laporan dari masyarakat yang menyampaikan terkait pelayanan di Puskesmas Tanjung Bingkung, Kabupaten Solok tersebut tidak maksimal. Video tersebut viral di media sosial.

“Insiden itu satu sisi sangat memalukan. Bukan kita tidak suka dengan sikap tegas seorang kepala daerah. Tetapi ketegasan bukan berarti kasar kan. Tegas bukan berarti ngamuk-ngamuk,” ungkap Ketua Fraksi PPP DPRD Kabupaten Solok, Dendi kepada Covesia.com, Rabu (16/6/2021).

Dendi mencontohkan sebuah ketegasan yang berhasil dilakukan oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah saat memimpin Kota Padang beberapa waktu lalu.

“Kalau soal ketegasan bisa mencontoh kepada Buya Mahyeldi saat memimpin Kota Padang. Beliau bisa membangun Kota Padang hingga indah dengan ketegasan tanpa bersikap kasar,” tambah Dendi.

Dendi juga menyayangkan sikap Bupati Epyardi Asda yang berkata kasar kepada Kepala Puskesmas Tanjung Bingkung dengan mempertontonkan kepada publik lewat rekaman video yang sudah viral tersebut.

“Apalagi ketegasan yang dikemas dalam kekasaran itu dipertontonkan kepada khalayak ramai lewat video dan diliput oleh media Nasional. Oleh karena itu sekali lagi kami dari Fraksi PPP sangat menyayangkan sikap bupati ini. Kalaupun salah jangan dibentak. Diingatkan saja dengan cara yang baik. Kalau karakternya keras, maka perlu diubah. Karena bupati adalah simbol daerah. Oleh karena itu beliau mesti barhati-hati dalam berkata,” katanya.

Kemudian ia juga menyampaikan bahwa apa yang menjadi objek marah Bupati Epyardi Asda belum tentu betul sesuai fakta yang sebenarnya.

“Lacak kebenaran informasi yang diterima. Dicek secara langsung kondisi Puskesmas tersebut baik secara personel tenaga medis maupun kelayakan pemberian layanan kesehatan. Oleh karena itu ini kita ingatkan dan kritisi agar tidak terjadi tragedi serupa,” katanya.

Jangan sampai, kata dia, sikapnya berkata kasar di depan khalayak ramai menjadi sebuah pencitraan belaka.

“Beliau ingin menggambarkan, mempertontonkan kepada publik bahwa beliau mempunyai sikap yang tegas mengelola daerah dan menjalankan roda pemerintahan,” katanya.

Sikap arogan Bupati Epyardi, kata dia, tidak sesuai dengan nilai-nilai yang ada dalam budaya Minangkabau.

“Ada pepatah Minangkabau yang mengatakan, ‘Raso dibao naiak, pareso dibao turun’. Sebuah falsafah yang mencerminkan bahwa orang Minangkabau itu tau jo raso (rasa). Yang kita urus itu manusia. Manusia itu memiliki rasa. Bupati Epyardi Asda semestinya membawakan ke dirinya, andaikan yang dibentak-bentak itu adalah dirinya, keluarganya, atau kemenakannya pasti tidak akan terima,” katanya.

Den menyatakan saat kepemimpinan Gamawan Fauzi yang tidak arogan dan kasar, juga mampu membangun Kabupaten Solok saat itu.

“Solok tidak cocok dengan pembawaanya seperti ini. Gamawan Fauzi tidak arogan dan kasar. Karakter seperti itu tidak cocok dibawakan sebagai kepala daerah. Atau barangkali beliau belum bisa membedakan posisinya sebagai Anggota DPR RI dan Kepala Daerah. Jelas berbeda. Oleh karena itu eksekutif mesti mengayomi masyrakat. Setiap laporan yang diterima mesti disikapi dengan baik, tanpa kasar. Sekali lagi sikap beliau seperti ini mesti dirubah agar sukses memimpin Kabupaten Solok,” harapnya.

(hri)

- Advertisement -


- Advertisement -
Pilihan Editor
- Advertisement -
Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

three + one =