- Advertisement -
HomeArchipellagoPanitia: Masalah Mungkin Terjadi Saat PPDB Online di Sumbar Berlangsung

Panitia: Masalah Mungkin Terjadi Saat PPDB Online di Sumbar Berlangsung

Covesia.com – Hari ini PPDB di Sumbar resmi dimulai. Panitia pelaksana menungkap ada berbagai kemungkinan masalah yang terjadi saat PPDB online berlangsung.

“Seperti, jumlah siswa SMP atau MTSN yang tamat tahun ini 97.215 orang yang seharusnya masuk semuanya ke database. Namun sampai sekarang baru 93 ribuan yang masuk database. Ini masalah, kenapa tidak sampai semuanya,” ungkap Ketua PPDB Sumbar Suindra kepada wartawan, Senin (21/6/2021).

Suindra menjelaskan, siswa yang tidak masuk database, mungkin tidak masuk ke SMA/SMK, melainkan ke MAN, pesantren, atau ke sekolah di provinsi lain, bahkan tidak melanjutkan sekolah.

Kedua, katanya, kemungkinan yang bersangkutan menunda-nunda pendaftaran. “Ada juga begitu. Karena ada yang berpikir nanti saja,” jelasnya.

Dia menyebutkan, input data siswa telah belangsung sejak Mei 2021 oleh operator SMP/MTS. “Karena nomor akun diserahkan kepada kepala SMP/MTS,” katanya.

Dia menyebutkan, PPDB harus menggunakan nomor akun, agar tidak ada data yang palsu. “Kalau datanya palsu, akan berisiko terhadap gagalnya siswa untuk masuk sekolah negeri,” jelasnya.

Kemudian, panitia telah menyediakan nomor kontak yang bisa dihubungi. Jadi, bagi otang tua, masyarakat, atau siapa saja, boleh melaporkan jika ditemukan masalah.

“Kita berharap, masyarakat juga menyampaikan ke saluran yang sudah disediakan. Yang dilaporkan adalah hal-hal yang prinsip. Jangan sekadar melapor saja. Kita minta masyarakat juga harus memahami aturannya,” jelasnya.

Kemudian, potensi masalah selanjutnya yaitu tidak singkronnya data di Kartu Keluarga (KK), sehingga saat uji coba tahap satu dan dua, siswa tidak diterima, padahal sudah masuk dalam database.

“(Masalah ini muncul) karena ketika pindah domisili, orangtua siswa tidak mengurus perubahan alamat KK,” katanya.

Dia menyebut, PPDB kali ini lebih istimewa, mengingat tidak saja soal sarana PPDB, tapi juga tentang pentingnya data keluarga.

“Itu pentingnya data di KK, untuk memastikan bahwa domisili sesuai dengan sekolah yang akan dituju,” katanya.

Suindra menawarkan solusi bagi siswa yang berbeda alamat domisili KK dengan KTP, yakni dengan masuk jalur prestasi. Siswa bisa bersaing di nilai rapor semester 1-5, atau dengan penghargaan.

“Kalau tidak mampu, bisa pakai kartu Keluarga Kurang Mampu yang diakomodasi sebanyak 15 persen dari kuota penerimaan. Kalau tidak ada juga kartu keluarga, dengan mengunggah surat keterangan pindah domisili,” pungkasnya.

(ila/rdk)

- Advertisement -


- Advertisement -
Pilihan Editor
- Advertisement -
Berita Terkait