- Advertisement -
BerandaArchipellagoPraktisi IT soal Kelemahan Website PPDB Sumbar: Masalah di Aspek Teknis

Praktisi IT soal Kelemahan Website PPDB Sumbar: Masalah di Aspek Teknis

- Advertisement -

Covesia.com – Praktisi IT (Teknik Informatika) sekaligus CEO Akatrust, Geovanne Farell menilai kendala yang dialami website PPDB Sumbar ketika tidak dapat diakses lebih disebabkan oleh faktor teknis. Menurutnya, ada beberapa aspek teknis yang perlu diperhatikan sebelum meluncurkan website, hingga ketersediaan sarana pendukukung lainnya.

“Ada aspek teknis yang harus diperhatikan dari awal yakni, estimasi jumlah pengguna layanan PPDB,” ungkap Farell, Senin (21/6/2021).

Baca juga: PPDB Online SMA di Sumbar Tak Bisa Diakses

Dia menjelaskan, ketika estimasi pengguna diketahui, maka perlu dipersiapkan infrastruktur dari segi hardware, network, maupun keandalan dari bahasa pemrograman sistem informasi.

“Angka estimasi pengguna harus menjadi dasar kajian untuk tersedianya server dengan processor, RAM, serta ‘storage’ dengan IOPS yang bagus. Serta, harus tersedia koneksi internet yang memadai ke internet exchange,” jelasnya.

Dia mengaku tidak mengetahui apakah hal ini sudah dikaji secara utuh dari awal, termasuk ketersediaan server redundant.

Dia melanjutkan, jika memang “berat” untuk mengestimasi dari awal terkait jumlah pengguna, maka harus menggunakan server dan network dengan skalabilitas tinggi. Sehingga, katanya, ketika terjadi lonjakan pengguna, kapasitas server dapat di-upgrade dengan mudah.

Sekilas, ketika pihaknya melakukan pengecekan terhadap network server, berdasarkan IP yang digunakan, sepertinya server berada di lokal, yaitu Kota Padang.

Menurutnya, dalam pengambilan keputusan lokasi server, ini seharusnya juga menjadi bagian dari kajian, karena di Sumbar tidak terdapat internet exchange.

“Sementara yang mengakses PPDB ini tidak hanya dari 1 provider internet,” sebutnya.

Namun, lanjut dia, seandainya ada regulasi mengikat terkait lokasi server, maka sediakan upstream yang mumpuni, sehingga availability network server itu tidak menjadi issue.

“PPDB ini adalah iven tahunan Dinas Pendidikan. Sejatinya harus ada perbaikan signifikan apalagi kondisi Covid-19 sekarang yang memaksa kita mayoritas beraktivitas daring,” ujarnya.

Terakhir, dia menilai dari sisi network, website PPDB Sumbar yang ada saat ini, kurang bagus dibanding server dengan lokasi di Singapura.

(ila/rdk)

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
Pilihan Editor
- Advertisement -
- Advertisement -
Berita Terkait
Lainnya
- Advertisement -