- Advertisement -
HomeArchipellagoDiskominfo Sebut Website PPDB Sumbar Diretas, Praktisi IT: Terlalu Dini ''Menyalahkan'' Hacker

Diskominfo Sebut Website PPDB Sumbar Diretas, Praktisi IT: Terlalu Dini ”Menyalahkan” Hacker

Covesia.com – Laman PPDB online Sumbar sampai hari ini masih sulit diakses. Namun, Kadis Kominfo Sumbar, Jasman Rizal berpendapat hal tersebut karena ada gangguan yang dilakukan hacker (peretas). Menanggapi hal tersebut praktisi IT yang juga CEO Akatrust, Geovanne Farell menilai pihak penyelenggara terlalu dini menyebutkan “karena diretas.”

“Memang harus kita akui, bahwa yang namanya sistem informasi, server, jaringan, itu mustahil untuk tanpa masalah. Terlalu banyak variabel yang mesti dikontrol dan bahkan bisa di luar kontrol kita sebagai manusia, karena itu rencana mitigasi sangat perlu dipersiapkan,” ungkap Praktisi IT Geovanne Farell kepada Covesia.com, Selasa (22/6/2021).

Baca juga: Praktisi IT soal Kelemahan Website PPDB Sumbar: Masalah di Aspek Teknis

Dia menjelaskan, ada langkah-langkah teknis yang semestinya disiapkan jika terjadi kondisi A, kondisi B, kondisi C dan sebagainya.

“Pekerjaan PPDB ini bukan ‘project sangkuriang’ (yang selesai dalam semalam). Seharusnya sudah melewati tahap quality control (QC) serta ada rencana mitigasi,” jelasnya.

Dia juga mengingatkan bahwa dalam suatu proyek, tidak bisa jumawa untuk mengatakan ‘Service Level’ sudah berada di 100%, karena banyak faktor teknis yang akan jadi pengganggu. Tapi, tugas penyelenggara adalah berusaha dengan sebaik-baiknya agar kinerja website minimal berada di level 90%.

“Jangan dengan alasan diganggu peretas, kemudian masyarakat sebagai pengguna yang punya hak penuh untuk dilayani, seolah-olah diminta untuk memaklumi keadaan,” ujarnya.

Dia menilai, seharusnya penyelenggara mengevaluasi secara detail, melakukan kaji ulang oleh sistem analis dan sys admin (administrator), sehingga didapat data teknis dan kesimpulan yang bisa dipertanggungjawabkan.

“Jadi kalau permasalahan website PPDB itu diganggu peretas, tentu harusnya pernyataan atau keterangan penyelenggara berdasarkan data, tidak asumsi semata,” tambahnya.

Dia mengatakan, terlalu dini memberi kesimpulan kalau website diganggu peretas. Secara teknis dan kasat mata, menurutnya, tidak terlihat indikasi website PPDB Sumbar diganggu peretas.

“Terlebih lagi ini seperti kejadian tahun sebelumnya dan seharusnya sudah dijadikan pelajaran berharga, bahwa kita mesti berbenah,” ujarnya.

Dia juga berpendapat, jangan sampai kejadian berulang setiap tahun ini menjadikan penilaian jelek dari masyarakat terhadap kemampuan tenaga IT dari sumberdaya lokal yang sebetulnya sangat memungkinkan untuk diantisipasi.

Sistem analis, seharusnya sudah mengantisipasi jika terjadi kesalahan “user” dalam pengisian data, data tidak lengkap, ataupun tiba-tiba koneksi terputus. Seharusnya, kata dia, sudah ada rencana penanganan terhadap masalah ini.

“Jangan gara-gara koneksi terputus mereka sudah tidak bisa lagi melakukan pengisian data, karena ini pendaftaran, bukan ujian,” pungkasnya.

(ila/rdk)

- Advertisement -


- Advertisement -
Pilihan Editor
- Advertisement -
Berita Terkait