MUI Tanah Datar Ungkap Alasan Kenapa Masyarakat Ikut Ajaran ''Bab Kesucian''

MUI Tanah Datar Ungkap Alasan Kenapa Masyarakat Ikut Ajaran Bab Kesucian Ilustrasi

Covesia.com - Ajaran menyimpang "Bab Kesucian" di Tanah Datar cukup meresahkan. Ajaran itu mewajibkan pengikutnya untuk bercerai, dan juga harus mengulang syahadat di depan sang guru. 

Ajaran tersebut diperkirakan mulai tersebar setahun yang lalu. Mereka melakukan pengajian dan diketahui tidak rutin. 

Sekretaris Umum MUI Tanah Datar, Afrizon menyebutkan ada dua kemungkinan kenapa masyarakat di dua kecamatan-- Sepuluh Koto dan Lintau Buo Utara--ikut ajaran menyimpang tersebut. 

"Pertama karena gurunya menyebarkan ajaran dengan media pengobatan. Kedua, karena ketidaktahuan atau rendahnya pemahaman ilmu agama pengikut ajaran tersebut," ungkap Afrizon saat dihubungi Covesia.com, Jumat (14/1/2022). 

Afrizon melanjutkan, untuk saat ini sudah banyak pengikutnya yang kembali ke ajaran Islam. Itu dibuktikan dengan tidak adanya lagi kegiatan mereka dan tidak pernah datang lagi guru yang bersangkutan. 

Menurutnya, saat ini kemungkinan masih ada yang menganut ajaran tersebut. "Kita berharap masyarakat supaya lebih hati hati dalam mendengarkan kajian, kalau tidak tau tanya majelis ulama," imbuhnya. 

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tanah Datar menemukan ajaran menyimpang di daerah itu dengan nama Bab Kesucian. Ajaran tersebut tersebar di dua kecamatan yakni di Kecamatan X Koto dan Kecamatan Lintau Buo Utara. 

"Saat ini tidak terlihat lagi ada kegiatan pengajian. Guru yang menyebarkan ajaran tersebut tidak pernah datang lagi," ungkap Sekretaris MUI Tanah Datar Afrizon saat dikonfirmasi Covesia.com, Jumat (14/1/2022). 

Terkait data valid jumlah pengikut ajaran tersebut kata Afrizon belum diketahui. Namun di antara mereka sudah banyak yang keluar berdasarkan informasi dari MUI Kecamatan X Koto dan Kecamatan Lintau Buo Utara.

(ila/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga