Ritual Kendi Nusantara Disebut Tak Sesuai Akidah Tauhid, Ketua GP Ansor Sumbar Angkat Bicara!

Ritual Kendi Nusantara Disebut Tak Sesuai Akidah Tauhid Ketua GP Ansor Sumbar Angkat Bicara Rahmat Tuanku Sulaiman (Dok.Pribadi)

Covesia.com - Ketua GP Ansor Sumbar Rahmat Tuanku Sulaiman menanggapi pernyataan Ketua MUI Sumbar Gusrizal Gazahar  yang mengkritik keikutsertaan Gubernur Mahyeldi dalam acara Ritual Kendi Nusantara dengan membawa tanah dan air.

Dimana Gusrizal menegaskan ritual kendi tersebut tidak sesuai dengan akidah tauhid umat Islam. 

Baca Juga: Ketua MUI Sumbar Kritik Mahyeldi Ikuti Ritual Kendi Nusantara

Berbeda dengan Gusrizal, Rahmat mengungkapkan bahwa acara itu sebagai sebuah simbolik kebersamaan karena akan didirikannya Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan. Itu seperti sebuah pendekatan yang menyatukan rasa satu tanah air.

"Saya nggak tau apa yang dikecewakan MUI. Tapi membawa kendi itu sebuah ide pendekatan untuk menyatukan rasa satu tanah air," jelasnya saat dihubungi Covesia.com Selasa (15/3/22)

Baca: Dikritik Ketua MUI Karena Ikut Ritual Kendi Nusantara, Ini Penegasan Gubernur Sumbar

Menurutnya, membawa kendi seperti sebuah semangat untuk menyatukan potensi yang ada dari masing-masing provinsi. Jangan dikonotasikan dengan hal-hal yang lain.

"Maknanya kan untuk sebuah semangat, jangan digiring ke arah lain. Itu akan menimbulkan penafsiran yang tidak baik di masyarakat," tegasnya.

Ia juga mengatakan bahwa kegiatan itu tidak ada menganggu tauhid. Kita hanya perlu menterjemahkan secara positif. Itu hanya sebuah simbolik solidaritas.

"Tidak ada politik klenik. Di daerah kita juga ada tradisi seperti tagak kudo-kudo mengunakan buah kelapa dengan daunnya serta masih banyak lagi yang lainnya" sambungnya.

Reporter: Pariyadi Saputra

Berita Terkait

Baca Juga