IPW Soroti Kasus Kekerasan Polisi Terhadap Mahasiswa STAIN Bukittinggi

Jakarta – Kasus penganiayaan yang dilakukan oleh oknum polisi lalu lintas (polantas) terhadap mahasiswa di wilayah Polres Bukittinggi mendapat sorotan dari elemen masyarakat. Indonesia Police Watch (IPW) menyayangkan terjadinya kasus penganiayaan oleh oknum penegak hukum tersebut.

“Seharusnya anggota polisi bisa menahan diri dan tidak mengedepankan sikap arogansi,” ujar Ketua Presidium IPW Neta S Pane kepadacovesia.commelalui pesan singkat, Rabu (12/11/2014).

IPW menilai, seharus anggota polisi dapat menenangkan dan mengendalikan sikapnya apabila ada anggota masyarakat yang bersikap keras. Karena ketenangan dan pengendalian diri itulah menjadi prinsip dasar Polri sebagai pelayan masyarakat.

Dengan adanya penganiayaan tersebut, lanjutnya, masyarakat yang menjadi korban maupun keluarganya sebaiknya segera melapor ke Propam Polri agar oknum polisi tersebut dapat ditindak. “Kapolda setempat (Sumbar, red) harus menindak tegas oknum polisi tersebut. Sebab, apa yang dia lakukan adalah tindakan memalukan bagi institusi Polri,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang mahasiswa STAIN Bukitinggi bernama Bayu (20) dipukuli oleh oknum Satlantas Polresta Bukittinggi Selasa (11/11/2014) pukul 09.00 WIB. Kejadian tersebut bermula ketika Bayu melakukan pelanggaran lalu lintas, sempat terjadi percekcokan sehingga berujung tindak kekerasan.

Akibat peristiwa itu korban mengalami luka memar disekujur tubuhnya dengan celana robek. Sesaat setelah kejadian korban Bayu langsung dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani proses.

Berdasarkan keterangan sejumlah warga yang menyaksikan kejadian tersebut, saat keributan terjadi mereka telah mencoba melerai namun oknum polisi malah menantang warga untuk berkelahi dengannya.(hat/lif)

0 Comments

Leave a Comment

two − one =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password