Polisi Tangkap Pelaku Penyalahgunaan BBM Bersubsidi di Pessel

Polisi Tangkap Pelaku Penyalahgunaan BBM Bersubsidi di Pessel Barang bukit mobil tangki yang berhasil diamankan di Mapolda Sumbar, Selasa (12/4/2022)(Foto: Ist)

Covesia.com - Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) kembali mengungkap penyalahgunaan dan penjualan BBM jenis Solar bersubsidi.

Pengungkapan kasus tersebut terjadi di Jalan Raya Siguntur Kec. Koto XI Tarusan Kab. Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar pada Sabtu (9/4/2022) kemarin sekitar pukul 22.00 WIB.

Dirreskrimsus Polda Sumbar, Kombes Pol Adip Rojikan mengatakan pengungkapan ini atas laporan masyarakat tentang adanya kegiatan pengangkutan dan atau niaga bahan bakar minyak jenis Bio Solar Bersubsidi Pemerintah dengan menggunakan mobil tangki industri yang akan dibawa menuju ke luar wilayah Kota Padang. 

"Atas laporan tersebut kita lakukan penyelidikan, terhadap mobil tangki industri dengan Nomor Polisi BM 9745 AG. Selanjutnya mobil tangki tersebut dihentikan di Jalan raya Siguntur Kec. Koto XI Tarusan Kab. Pesisir Selatan, dan menurut keterangan sopir, BBM tersebut akan dibawa ke salah satu Perusahaan yang berada di Kab. Pesisir Selatan," ungkap Adip dalam keterangan persnya, Selasa (12/4/2022).

"Dan juga kita berhasil mengamankan pelaku dengan inisial RM (35) yang beralamat di kawasan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang," imbuhnya.

Adip menjelaskan modus operandi pelaku yakni membeli BBM jenis Bio Solar bersubsidi dengan menggunakan jeriken di salah satu SPBU di Kota Padang, lalu dipindahkan ke mobil tangki minyak solar industri untuk diperdagangkan. 

"Dengan mobil Tangki itulah ia mendistribusikan minyak ini ke wilayah Pesisir Selatan," sebut Adip.

Dari penangkapan RM ini turut diamankan barang bukti yakni, satu unit mobil tangki dengan Nomor Polisi BM 9745 AG beserta kunci kontak yang berisikan lebih kurang 5000 (lima ribu) liter bahan bakar minyak jenis Biosolar bersubsidi, kemudian 15 (lima belas) jeriken ukuran 35 (tiga puluh lima) liter berisikan bahan bakar minyak jenis Biosolar bersubsidi, 1 (satu) buah baby tank dan 3 (tiga) buah drum yang berisikan lebih kurang 1600 (seribu enam ratus liter) bahan bakar minyak jenis biosolar bersubsidi dan sejumlah barang bukti lainnya.

Selanjutnya kata Adip, terhadap Tersangka dan barang bukti sudah diamankan di Mapolda Sumbar guna penyelidikan dan proses hukum lebih lanjut. 

"Atas perbuatannya ini, ia akan disangkakan dengan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas, dengan ancaman penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling tinggi Rp60.000.000.000,00 (enam puluh miliar rupiah)," pungkasnya.

(don)

Berita Terkait

Baca Juga