RPJMD Provinsi Dinilai ”Copypaste” Punya Kota Padang, Anggota DPRD Sumbar Mengaku Miris

0
106

Covesia.com – Sekretaris Komisi I DPRD Sumatera Barat, HM Nurnas mengaku kecewa dengan tim penyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sumbar. RPJMD Sumbar dinilai “copypaste” dari RPJMD Kota Padang.

RPJMD Sumbar setebal 419 halaman yang diserahkan ke DPRD, menurutnya tidak sesuai dengan Permedagri 86/2017 tentang Tata Cara Perencanaan Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah.

“Saya lihat, ‘copypaste’ dengan RPJMD Kota Padang. Geli saya menyigi RPJMD Sumbar Madani,” ungkapnya, Senin (19/7/2021).

Nurnas mengatakan, yang dia tahu, tim penyusun RPJMD Sumbar adalah orang-orang hebat yang dikenalnya selama ini.

“Tapi hasilnya, aduh! Angka di RPJMD pun ‘copas’ dari RPJMD Kota Padang,” ujar Nurnas yang juga anggota Pansus RPJMD Sumbar.

Ia berpendapat, RPJMD provinsi itu seharusnya memedomani Permendagri. Namun faktanya, dokumen RPJMD itu BAB per BAB saja tidak sinkron.

“Saya minta ke Pansus agar tidak menjadi editor RPJMD yang ‘copypaste,’ tapi tetap melakukan pengkajian terhadap RPJMD. Tugas Pansus bukan editor,” ujarnya.

Nurnas menjelaskan bahwa RPJMD itu terdiri 9 BAB. Namun anehnya, antara BAB per BAB tidak sinkron.

“Ini yang membuat saya tak habis pikir. Di awal dikatakan pembangunan bagus sebagai potret daerah, namun di BAB lain dikatakan adanya permasalahan soal infrastruktur,” jelasnya.

Tak hanya itu, Nurnas menilai tim gubernur juga lupa, terkait kemampuan riil keuangan daerah kisarannya Rp1,2 T. Total penerimaan menjadi APBD Rp7,9 T di 2026.

“Ketika RPJMD dikuliti pansus soal ini, jangankan bertambah, malah jumlahnya turun menjadi Rp.7,8 triliun. Kan aneh, biasanya jika diminta kajian, pasti estimasi APBD di tahun akhir jabatan bertambah,” tukasnya.

(ila/rdk)