Gubernur Sumbar Akhirnya Angkat Bicara Soal 1.125 Warga Terafiliasi Jaringan NII

Gubernur Sumbar Akhirnya Angkat Bicara Soal 1125 Warga Terafiliasi Jaringan NII Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Buya Mahyeldi (Foto: Dok. Covesia)

Covesia.com - Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah akhirnya angkat bicara soal ada 1.125 warga yang diduga terafiliasi dengan jaringan Negara Islam Indonesia (NII) berdasarkan temuan Densus 88.

Sebelumnya Ketua MUI Sumbar Gusrizal Gazahar dan Ketua DPRD Sumbar Supardi mendesak Mahyeldi untuk bersuara soal keberadaan jaringan NII di Ranah Minang.

"Sekarang saya kira sudah bias, ada yang mengatakan tertangkap seribu, kemudian ada lagi sekian ribu, itu kan perlu dijelaskan," katanya di Padang, Selasa (19/4/2022). 

Mahyeldi menyebutkan sepengetahuannya, NII dalam sejarahnnya bukan berpusat di Sumbar. 

"Makanya saya kira banyak yang bias karena kebelumjelasan tentang itu, apalagi ada yang mengatakan mereka akan menggulingkan pemerintahan, saya pikir itu terlalu," ungkapnya. 

Mahyeldi menilai itu akibat ketidakjelasan informasi. Dia mengharapkan agar pihak yang berkepentingan dengan ini memberikan penjelasan, sehingga tidak menimbulkan pertanyaan-pertanyaan dan tanggapan yang berbeda satu dengan yang lainnya. 

"Apalagi sebelum ini juga dikatakan ada beberapa kota di Sumatra Barat  intoleran, ini kan beriringan, ketika itu disebarkan kemudian ada berita seperti ini, jangan dikaitkan lagi," imbuhnya. 

Diketahui sebelumnya, Mabes Polri menyebut, anggota jaringan teroris Negara Islam Indonesia atau NII dim Sumbar mencapai 1.125 orang. 

Jaringan NII sudah berkembang masif di Indonesia. Di antaranya di Jakarta. Jawa Barat, Bali, Maluku dan Sumatra Barat,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Ahmad Ramadahan dalam konferensi pers Senin (11/4/2022). 

Khusus di Sumbar, kata Ramdhan, sesuai keterangan para tersangka yang telah berhasil diamankan, NII sudah berada pada tingkatan atau cabang. 

Dari 1.125 orang, 400 orang di antaranya merupakan personal aktif dan selebihnya non aktif, sudah dibaiat, namun belum aktif dalam kegiatan NII.

(ila)

Berita Terkait

Baca Juga