Dinkes Tegaskan Kasus Hepatitis Misterius Belum Terdeteksi di Sumbar

Dinkes Tegaskan Kasus Hepatitis Misterius Belum Terdeteksi di Sumbar Kadis Kesehatan Sumbar Lila Yanwar (tengah).

Covesia.com - Penyakit hepatitis misterius yang diderita oleh anak-anak di Eropa, Amerika, dan Asia kini sudah menjalar ke Indonesia. Penyakit ini sudah dikategorikan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Terkait hal itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Sumatera Barat (Sumbar), Lila Yanwar menegaskan sampai saat ini kasus hepatitis misterius di Sumbar belum ditemukan. 

"Sejauh ini kasus hepatitis A,B,C,D, maupun E belum terdeteksi di Sumbar, melainkan hanya memiliki kemiripan," tegas Lila Yanwar saat konferensi Pers di aula Dinkes Sumbar, Selasa, (10/5/2022).

Lanjut dia, hepatitis mudah terjadi terjadi pada anak-anak, dan tertua pada pasien umur 16 tahun. "Umur pasien hepatitis ini 0 sampai 16 tahun," tambahnya.

Dia menerangkan gejala hepatitis misterius seperti demam, diare, kuning, gangguan pencernaan, buang air kecil bewarna pekat serta gangguan kegagalan hati dengan waktu yang relatif cepat. 

"Kenali gejalanya, apabila terjadi hal serupa segera diperiksa ke puskesmas terdekat, apabila kasusnya berat untuk wilayah Sumbar maka di rujuk ke Rumah Sakit M. Djamil Padang," tambahnya.

Laila juga mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, puskesmas, maupun direktur rumah sakit kota/kabupaten untuk tetap mewaspadai gejala hepatitis misterius. 

"Kita bersama-sama meningkatkan kewaspadaan terkait gejala hepatitis ini," ujar dia.

Sementara itu, kata Lila terkait seorang anak berumur 1 bulan 29 hari, warga Kabupaten Solok meninggal dunia pada 2 mei kemaren dengan gejala serupa hepatitis misterius masih dalam tahap "pending klasifikasi."

"Sampai sekarang, kasus ini belum bisa kita golongkan sebagai penyakit hepatitis akut dengan gejala serupa, tetapi masuk pada kriteria pending klasifikasi," terang dia.

(lsm)

Berita Terkait

Baca Juga